02
Feb
09

825 Orang Warga Cirebon Positif HIV/AIDS

Peningkatan penularan penyakit HIV/AIDS di Kota Cirebon setiap tahunnya mengalami peningkatan rata-rata 150 persen. Saat ini, sedikitnya 825 orang warga Kota/Kabupaten Cirebon dinyatakan posotif terkena HIV/AIDS.

Menurut data yang kami peroleh pada tahun 2006 lalu penderita HIV/AIDS di Cirebon hanya mencapai sekira 207 orang. Namun, pada tahun 2008 lalu mengalami peningkatan hingga empat kali lipatnya atau sebanyak 825 penderita. “Data yang kami miliki ini lengkap dengan alamat dan identitasnya,” tutur ketua LSM Kampung Siaga Cirebon Farikhin, Senin (2/2/2009).

Dijelaskan Farikhin, penderita HIV/AIDS di kota dan kabupaten Cirebon pada tahun 2008 lalu jumlahnya tidak jauh berbeda. Di Kota Cirebon diketahui sebanyak 354 orang dan kabupaten sebanyak 471 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan orang di antaranya merupakan ibu hamil.

“Penderita HIV/AIDS di Kota Cirebon merupakan warga yang latar belakang status sosialnya beragam. Misalnya, mereka yang berisiko rendah seperti ibu-ibu, hingga mereka yang berisiko tinggi seperti pengguna narkoba jenis jarum suntik dan para pelaku seks bebas,” papar Farikhin.

Dijelaskan Farikhin, tingkat penyebaran virus HIV di Cirebon sangat terbuka. Setidaknya, 5.500 orang perhari berpotensi tertular HIV/AIDS. Asumsi itu, berdasarkan dari jumlah masyarakat yang berisiko tinggi menularkan HIV/AIDS.

Di Cirebon, terang Farikhin, Pekerja Seks Komersial (PSK) berjumlah 2.768 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon. Mereka merupakan PSK yang berusia 16 hingga 50 tahun dengan tarif Rp10 ribu hingga jutaan rupiah. “Data ini merupakan data hasil inventarisir kami di lapangan dengan alamat dan identas lengkap,” terang Farikhin.

Dari jumlah tersebut sedikitnya ada sekira 500 orang yang dirujuk kesehatannya. Sementara sisanya sekira 2.200 masih liar dan sangat berpotensi menularkan HIV/AIDS.

Penyebaran virus ini, terang dia, sangat berpotensi sekali menyebar ke berbagai kalangan masyarakat. Misalnya, dalam satu keluarga bisa saja istri dan anaknya terkena virus HIV/AIDS karena ulah dan perilaku suaminya yang sering jajan sembarangan.

Selain itu, penuluran melalui jarum suntik juga sangat berpotensi menjadi potensi penyebaran. Pasalnya, tidak sedikit pencandu narkoba yang menggunakan jarum suntik tidak memahami penyebaran virus tersebut.

Pemahaman dan pencegahaan terhadap masyarakatlah, yang saat ini mesti dilakukan oleh berbagai kalangan. “Karena, virus HIV/AIDS merupakan penomena gunung es yang terus menghantui kita,” paparnya.


0 Responses to “825 Orang Warga Cirebon Positif HIV/AIDS”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: