27
Jan
09

Upah Pungut Pajak adalah Hak Pemerintah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai, setiap penerimaan pajak dan penerimaan bukan pajak (PNBP) harus tetap diserahkan ke pemerintah.

“Harus diserahkan ke pemerintah terlebih dahulu, bukan kepada orang yang tidak memungut,” ungkap Wakil Ketua Bidang Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra M Hamzah di Ruang kerjanya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (27/1/2009).

Selanjutnya, tambah Chandra, akan digunakan untuk apa dana tersebut, semua diserahkan kepada pemerintah, “Mau digunakan negara untuk apa, itu urusan Negara,” katanya.

Saat ini, akunya, KPK tengah menganalisa aturan upah pungut di seluruh daerah tingkat provinsi, “Benar atau tidak, nanti kita lihat, kita analisa satu persatu, sementara kita tangani DKI dulu, karena datanya yang paling banyak ada di sini,” kata Chandra.

Upah pungut, lanjut Chandra, harusnya diberikan kepada yang memungut, bukan kepada orang yang tidak memungut. “Artinya, masyarakat ikhlas enggak, pajak mereka digunakan oleh  mereka yang tidak berperan dalam proses pemungutan pajak ini, ini tidak fair,” pungkasnya.

Seperti diketahui, KPK mencium adanya aliran upah pungut pajak daerah tahun 2001 hingga 2006 sebanyak Rp264,48 miliar yang tidak dilaporkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hasil audit pemeriksaan BPK tahun 2006-2007, terdapat aliran upah pungut pajak daerah yang disebut dana penunjang pembinaan (DPP) yang mengalir ke bagian tim pembina pusat (TPP) Departemen Dalam Negeri.


0 Responses to “Upah Pungut Pajak adalah Hak Pemerintah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: