25
Jan
09

Kerak Telor Laris Manis di Amerika Serikat

zerlitha Arifin

zerlitha Arifin

ZERLITHA Arifin, berangkat ke Maryland, Amerika Serikat setelah usaha suaminya ambruk dihantam badai krismon tahun 1997. Sesampainya di AS, ia memutar otak membuka usaha butik di rumahnya. Bagaimana cerita selanjutnya agar bisa survive di negara orang? Berikut penuturan Zerlitha Arifin yang bisa dipetik hikmahnya oleh pembaca Tribun Kaltim.

KETIKA orang tuanya berniat balik dari Maryland menuju Indonesia, suami saya bilang, “Eh… kenapa nggak titip produk-produk jualan kamu ke Jakarta…” Wah idenya brilian banget. Daripada koper-koper kosong, mending (lebih baik) diisi sama barang dagangan. Kan istilahnya irit ongkos kirim barang. Benar kan…?

Akhirnya, semua koper kita isi dengan barang dagangan produk Amerika. Dan kebetulan adik saya yang bungsu mau membantu usaha saya di Jakarta. Akhirnya saya buat websit yang khusus melayani pembeli di Indonesia.

Kalau enggak salah usaha ini baru saya mulai akhir tahun 2007. Jadi ya… kira-kira baru berjalan setahun deh. Tapi alhamdulillah lagi usaha ini lancar. Apalagi pembeli dari daerah banyak juga lho yang berdatangan.

Kapan lagi pembeli bisa membeli produk dari Amerika dengan harga terjangkau. Selain itu mereka kagak kena macet untuk belanja, karena kan sistem pembeliannya dikirim lewat pos. So… sudah banyak pelanggannya dari mana-mana.
***
WAKTU terus berjalan.Usaha butik saya kan sudah berjalan karena awalnya hanya iseng-iseng. Waktu nyokap saya kesini… beliau tuh ngajarin saya membuat makanan Betawi. Itu namanya Soto Betawi dan Kerak Telor. Hmmm.. yummy enggak sih… Untungnya saya lagi moody-an alias maulah belajar masak buat masakan Betawi. Kebetulan bokap orang Betawi. Waktu itu saya cuma belajar sebentar. Nah, pas dipraktekin ternyata ga kalah enak dari masakan nyokap.. he he… he… berhasilah pokoknya.

Pas kebetulan waktunya bulan puasa lageee. Pasti ini masakan dicari sama orang-orang Indo. Kemudian beredarlah di milis alias saya promosiin. Eh bener dan enggak taunya banyak juga peminatnya. Apalagi kerak telor tuh.. wuihhh… eunakk tenannn dan mereka pada penasaran karena banyak juga yang belum pernah makan.

Kalau di Jakarta berapa ya sekarang harga satu porsi kerak telor? Di Maryland saya jual 5 dolar. Mahal enggak kira-kira? Tapi untuk di sini mah.. harga segitu pas bandrol.  Kalau di Jakarta kayaknya kemalahan banget ya!

Untuk soto Betawi, pernah tuh buatin pesenan buat acara meeting panitia Ikatan Masyarakat Indonesia. Berdua sama nyokap kita masak… duhh capek juga buatin pesenan orang banyak. Tapi itu pengalaman yang asyikkk bagi saya.

Gue mau cerita sedikit nih, menjelang Lebaran nih, tiba-tiba ada telepon dari VOA (Voice of America). Mereka bilang, mau nggak kalau mempraktekkan bagaimana cara pembuatan kerak telor lalu disiarin di televisi dan bisa dilihat di JAKTV program VOA Pop Notes dalam rangka edisi Lebaran 2007.

Wowww…surprise surpriseeee…. Siapa sih yang enggak mau. Tapi saya pede enggak ga sih…? Masak baru sekali jualan kerak telor sudah berani masuk elevisi lagee… Soalnya kata mereka belum ada yg jualan kerak telor di Amerika. Dan ternyata salah satu pembeli ada yang kerja di VOA. Jadi mereka sudah mencicipi terlebih dahulu kerak telor buatan saya yang katanya ternyata enak…(geer nihhh.he.eehe..).

Akhirnya seminggu kemudian shootingnya dimulai dan beredar pas hari pertama Lebaran di JAKTV. Lumayanlah buat obat kangen saudara-saudara saya di Jakarta. Mereka bisa ngeliat saya di televisi walau kami enggak pulang kampung ke Indonesia pada waktu Lebaran. Melalui media layar kaca, rasanya cukup untuk pengobat rindu…he… he… he…

Sebenarnya yang membuat saya betah dsini, suasana di Maryland beda sekali dengan di Indonesia. Di sini kagak ada kemacetan, kagak ada polusi, bersih dan teratur. Disini ada empat musim: musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.

Kalo musim dingin paling engggak suka, karena harus pakai baju berlapis-lapis. Ribet enggak sih… Tapi anak saya suka tuh, karena dia bisa main seluncuran di salju. Oh iya biar pakai baju ribet tapi di musim dingin kita bisa bergaya pakai bajunya. Misalnya pakai jaket dan sepatu boots. Coba deh kalo musim panas, wah pakai bajunya asal aja pokoknya allias asal enggak kepanasan.

Biasanya yang dipakai celana/rok pendek dan baju kaos lengan buntung. Kta biasa pergi ke pantai. Saya suka ajak suami dan anak ke Ocean Beach atau Rehoboth Beach. Kira-kira  perjalanannya memakan waktu dua setengah jam. Untungnya disini enggak macet, lancar-lancar saja di perjalanan.

Kalo rekreasi yg masih di sekitar rumah saya, paling ke Harbor. Kalau enggak yang di Baltimore Harbor atau Gaylord National Harbor (new). Berhubung kota saya dekat dengan Washington DC, kalau weekend suka jalan-jalan ke White House, National Monument atau ke museum-museum bersejarah. Kan bagus utk menambah pendidikan buat anak.

Di sini banyak kok turis-turis lokal maupun mancanegara. Apalagi kalau lagi ada event-event tertentu, seperti New Year, Christmas, 4th of July (Independent’s Day) & Cherry Blossom.
Saya paling suka kalo udah ‘Cherry Blossom’ karena banyak tumbuh bunga-bunga putih semua (kiriman dr negara Japan).

Biasanya tumbuh setahun sekali pada bulan akhir Maret atau awal April (Spring) dan ada paradenya tuh. Namanya Parade Cherry Blossom, seperti pawai berkendaraan, tari-tarian dan musik. Masyarakat Indonesia yang ada di sini ikut serta meramaikan acara tersebut. Mereka mempersembahkan Reog Ponorogo dan kulintang. Hitung-hitung promosi kebudayaan daerah dari negara Indonesia.


0 Responses to “Kerak Telor Laris Manis di Amerika Serikat”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: