23
Jan
09

Mayat Dalam Koper: Deby atau Evi?

Siapa sebenarnya mayat perempuan yang ditemukan di dalam koper oleh Maspur, petugas kebersihan, di tepi Jalan Tol Wiyoto Wiyono arah Cawang Km 12.800, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (18/1) itu? Semula, mayat yang ditemukan telanjang dan hanya diselimuti kain warna biru muda dengan motif kembang enam daun di dalam koper warna hitam berukuran 40 cm x 60 cm itu diduga adalah Cut Deby.

Namun, belakangan, ada keluarga yang mengaku bahwa mayat dalam koper itu adalah Evi Darlina Boru Bukit. Mana yang benar?

Untuk memastikan siapa sebenarnya mayat korban pembunuhan itu, polisi melakukan tes DNA (deoxyribonucleic acid) terhadap korban. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Zulkarnaen Adinegara, untuk mengenali korban tidak dikenal, sebelum diidentifikasi sebagai orang yang dikenali oleh keluarga atau orang dekatnya, polisi melakukan sejumlah metode.

“Tes DNA dilakukan untuk memastikan sebelum diserahkan kepada keluarganya,” katanya di Markas Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (21/1). Metode untuk mengenali orang yang belum dikenal selama ini, kata dia, adalah dengan mengenali ciri-ciri lahir seseorang, seperti tahi lalat atau cacat tubuh, baju yang dipakai, golongan darah, ontologi gigi rahang, sidik jari, dan tes DNA.

Berdasarkan hasil otopsi, kata Zulkarnaen, polisi tidak pernah menyimpulkan bahwa korban adalah penganut seks bebas, tapi sebagian pihak diakuinya mengaitkan hal itu berdasarkan hasil otopsi terhadap mayat korban. Dalam hasil otopsi itu ditemukan ketidakwajaran akibat perilaku seks yang tidak normal.

Pihak yang mengaku sebagai keluarga korban harus menunggu hasil tes DNA yang dilakukan sebelum jasad korban dikembalikan kepada keluarganya, yang menyebutkan korban kabur dari rumah tahun 1998. Sebenarnya, kata Zulkarnaen, untuk mengenali korban bisa dilakukan dengan cara lebih cepat, yakni dengan memeriksa sidik jari.

Namun, sidik jari korban yang terdapat di ijazah yang dibawa pihak yang mengaku sebagai keluarganya tidak bisa diidentifikasi dengan baik karena sudah rusak. Terkait dengan pelakunya,  kata dia, masih terus dikejar.

Pelaku belum bisa dipastikan dan polisi masih mengembangkan kasus itu. Motif pembunuhan itu dikaitkan dengan korban yang mempunyai utang, menurut Zulkarnaen, akan diketahui setelah pelakunya tertangkap. “Setelah ditangkap, motifnya akan diketahui,” katanya.

Seperti diberitakan Warta Kota, Rabu (21/1), polisi masih memburu teman kencan Deby. Saksi penting yang telah diperiksa polisi adalah Robi, sopir taksi yang selama ini sering mengantar Deby yang bekerja pada malam hari.


0 Responses to “Mayat Dalam Koper: Deby atau Evi?”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: