05
Jan
09

Pasar Bendungan Melayu Kumuh dan Semrawut

Kumuh dan semrawut, itulah kesan pertama saat melihat pasar kaget Bendungan Melayu yang berada di Jalan Pembangunan, Kelurahan Tuguselatan, Koja, Jakarta Utara. Tak hanya itu, pasar tersebut juga mengakibatkan kemacetan lalu lintas.

Pedagang di pasar kaget tersebut pada umumnya menjual berbagai kebutuhan kebutuhan rumahtangga seperti sayur mayur, lauk-pauk, baju, sepatu, dan peralatan dapur. Namun akibat sampah tidak dikelola secara profesional, pasar tersebut terlihat kumuh. Sampah plastik dan sayur mayur berserakan hingga ke bahu jalan dan sering menibulkan bau tidak sedap. Selain itu, kurangnya kesadaran para pedagang juga mengakibatkan Kali Bendungan Melayu juga dipenuhi sisa sampah dari bekas jualan. Pasalnya, para pedagang di lokasi tersebut terlihat cuek dengan kebersihan lingkungan sekitar.

Kondisi ini dikeluhkan warga di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Tuguselatan dan Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara. “Terus terang kami sebagai warga yang paling berdekatan dengan pasar ini khawatir, jika sampah terus dibuang di saluran kali ini bisa mengakibatkan banjir,” tutur Mulyanto (43).

Warga yang mengaku tinggal di wilayah RT 005/03, Tugu Selatan ini berharap agar pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan penataan terhadap pedagang yang jumlahnya telah mencapai ratusan orang. “Kalau tidak dikontrol, maka jumlahnya bisa terus membludak, apalagi para pedagang dengan seenaknya sendiri membangun lapak di atas kali,” katanya.

Meski mengaku tidak tahu persis siapa yang pertama kali menggelar dagangan di Jl Pembangunan, bapak dua anak tersebut memastikan bahwa keberadaan pasar kaget ini sudah lebih dari sepuluh tahun. Tetapi yang menjadi pertanyaan warga kenapa pemerintah tidak melakukan penataan. “Kadang kita melihat, para pedagang sulit untuk diatur dan seenaknya mengunakan badan jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat,” tuturnya.

Oleh kerana itu, lelaki yang bekerja sebagai karyawan pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjungpriok meminta kepada PD Pasar Jaya maupun Sudin Koperasi UKM dan Perdagangan jangan melepaskan tanggung jawab. Pasalnya, jika dibiarkan seperti ini warga sendiri yang dirugikan. “Seharusnya PD Pasar Jaya atau Sudin Koperasi UKM dan Perdagangan jangan lepas tanggung jawab. Mereka harus mencarikan solusi sehingga keberadaan pasar kaget di tengah pemukiman warga ini bisa tertata rapi dan tidak semrawut serta jorok,” pintanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Nuraini (32). Warga RW 07, Rawabadak Selatan mengaku resah jika keberadaan pasar kaget tersebut tidak segera ditata dengan rapi. Pasalnya, selain bisa menjadi sarang penyakit, keberadaan pasar kaget ini juga dapat mengganggu keindahan dan kenyamanan kota. “Sampah yang tidak dikelola dengan baik Ini bisa menjadi sarang penyakit. Oleh karena itu pemerintah harus segera mengambil tindakan,” ujarnya.

Dia mengaku keberadaan pasar kaget tersebut memang dibutuhkan oleh banyak warga sekitar. Sebab, kalau tidak ada pasar itu, warga harus belanja ke Pasar Koja maupun Tugu yang jaraknya cukup jauh dan pastinya juga akan menambah pengeluaran untuk biaya ongkos.

Camat Koja, M Fiskal, mengaku sudah sering mendapatkan laporan dan keluhan warga. Namun dia belum bisa menjanjikan kepada warga untuk memberikan solusi. Sebab, penataan pasar tersebut merupakan kewenangan PD Pasar Jaya selalu pengelola. “Kami sudah sering mendapatkan keluhan, tetapi kewenangan ini semua ada pada PD Pasar Jaya,” katanya.

Namun demikian, Fiskal mengatakan akan menyampaikan perihal tersebut ke tingkat walikota. “Kita tampung dulu aspirasinya, nanti coba akan kita bicarakan di Rapim, mudah-mudahan saja kita bisa menata pasar itu,” tandasnya.


0 Responses to “Pasar Bendungan Melayu Kumuh dan Semrawut”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: