05
Jan
09

Kolong FO S Parman Kembali Kumuh

Meski telah ditertibkan, namun puluhan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) nekat mendirikan kembali gubuk-gubuk liar di kolong fly over (FO) Jl S Parman Kelurahan Tanjungduren Utara, Grogolpetamburan, Jakarta Barat. Akibatnya, lokasi yang pernah ditertibkan pada bulan November 2008 itu kembali kumuh dan jorok.

Belum lagi, ulah para PMKS yang sering membakar sampah pada malam hari ditengarai juga akan mengakibatkan konstruksi FO cepat rapuh. Karena biasanya lokasi pembakarannya langsung menempel pada salah satu dinding bangunan.

Kamis (1/1), saat ini setidaknya terdapat sekitar 20 orang yang tinggal di kolong FO Jl S Parman tersebut. Para penghuni sepertinya wajah-wajah lama yang berprofesi sebagai pemulung, pengemis, tukang tambal ban, dan pedagang rokok. “Kita sudah coba cari tempat tinggal lain tapi nggak dapet, jadi terpaksa kembali lagi ke sini,” ujar Bejo (42), salah seorang penghuni fly over yang berprofesi sebagai tukang tambal ban.

Bejo yang setiap hari membuka usaha tambal ban di samping Kantor Polisi Tanjungduren Utara itu, menuturkan, sebenarnya pemerintah tidak perlu melakukan penertiban karena para penghuni kolong FO Jl S Parman ini tidak mengganggu ketertiban. Apalagi, lahan di bawah fly over itu juga tidak segera difungsikan sebagai taman. “Dari pada nganggur kan jauh lebih baik kalau buat nampung orang miskin kaya saya ini,” katanya.

Yani (36), yang juga penghuni kolong FO Jl S Parman mengaku, terpaksa kembali mendirikan gubuk untuk berjualan lantaran tidak ada tempat lain. Apalagi, di kolong FO Jl S Parman ini ia tempati secara gratis, sehingga dapat menghemat pengeluaran. “Kalau di tempat lain kan harus sewa, itu juga tentu laris. Kalau di sini kan sudah banyak yang langganan. Saya juga tidak sewa, jadi saya tinggal mikirin biaya makan saja,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di kolong FO Jl S Parman itu, para penghuni membuat sekat-sekat kamar dengan papan kayu yang ditempelkan pada balok-balok konstruksi fly over yang kokoh. Kamar bertumpuk-tumpuk yang lebih mirip kandang burung. Dan satu petak rumah biasanya dihuni hingga dua kepala keluarga (KK). Kawasan kumuh di FO Jl S Parman itu sekilas memang tidak terlihat karena lokasinya berada di kolong FO.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Camat Grogolpetamburan, Zeri Ronazy, mengatakan, sejauh ini pihak kecamatan belum melakukan pemantauan. Karena itu, ia berjanji akan segera meninjau lokasi. Jika benar didapati kolong FO tersebut kembali dihuni PMKS, maka aparat Kecamatan Grogolpetamburan tidak segan-segan akan melakukan penertiban. “Saya tidak akan beri kesempatan pada penghuni kolong fly over untuk berlama-lama tinggal di sana. Kalau benar ada, minggu ini juga akan saya tertibkan!” ujar Zeri.

Pasar juga Kumuh

Selain Kolong FO Jl S Parman, sejumlah pasar di Jakarta Barat juga kembali kumuh. Sebab, para pedagang tidak menjaga kebersihan lokasi, bahkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang sejatinya pernah ditertibkan kini kembali mengerubuti lingkungan sekitar pasar.

Salah satunya, seperti yang terlihat di Pasar Jembatan Besi dan Pasar Jembatan Lima. Di pasar-pasar ini, kondisi pasar tampak kembali semrawut. PKL seenaknya saja memasang tenda-tenda dan menggelar lapak sembarangan, bahkan beberapa PKL diantaranya juga terlihat menempati lahan yang sedianya untuk lahan parkir. Karena itu, kondisi di kedua pasar ini cukup meresahkan.

Padahal, beberapa waktu lalu, Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan, pernah menyampaikan pesan kepada  pengelola pasar-pasar tersebut untuk memperbaiki kondisi pasar. “Sebenarnya kita sudah berupaya melakukan pembenahan, namun para pedagang tidak mau diajak kerja sama,” kilah Ahmadi, Kepala Pasar Jembatan Besi, Kamis (1/1).

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Pasar Jembatan Lima, Sunardi.  Sunardi menegaskan, sejatinya ia beserta seluruh staf pasar Jembatan Lima sudah melalukan pendekatan kepada para PKL untuk berdagang ke dalam pasar. Namun, hingga kini upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal.  “Dua bulan setelah penertiban masih terlihat rapi, tapi setelah anggota Satpol PP tidak ada, mereka kembali berdagang,” ujar Sunardi.


0 Responses to “Kolong FO S Parman Kembali Kumuh”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: