05
Jan
09

Jakut Mampu Tekan Kasus DBD

Demam berdarah dengue (DBD) memang masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi warga Jakarta Utara karena bisa menyebabkan kematian. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut) untuk menekan kasus DBD. Hasilnya cukup baik, tahun lalu DBD mencapai 3.979 kasus sedangkan tahun ini 3.928 kasus, artinya ada penurunan 51 kasus. Kendati penurunan tidak terlalu signifikan ini membuktikan kalau DBD bisa diperangi dengan kesadaran warga untuk hidup bersih.

Untuk kasus DBD, Kecamatan Tanjungpriok masih menempati posisi teratas. Hingga akhir Desember tercatat ada 1.119 kasus, kemudian Pademangan 301 kasus, Koja (718), Kelapagading (662), Penjaringan (599), dan Cilincing (527). Sementara itu, hingga akhir 2008 korban meninggal akibat gigitan nyamuk aides aegypti mencapai lima orang, tahun jumlah korban meninggal hanya empat orang. Kelima korban yang meninggal tersebut tercatat di Kelurahan Kapukmuara satu orang, Warakas (1), Semperbarat (1), Rorotan (1), dan Lagoa (1).

Kasudin Kesehatan Masyarakat Jakarta Utara (Kesmas Jakut) Paripurna Harimuda mengatakan, meski jumlah penderita DBD setiap bulannya mengalami kenaikan. Namun jika dibandingkan dengan jumlah penderita DBD pada tahun sebelumnya mengalami penurunan. “Ada penurunan 51 kasus, tahun 2007 jumlah penderita 3.979 orang dan tahun ini hanya 3.928 orang,” tutur Harimuda.

Jika dibandingkan dengan wilayah lainnya, Harimuda mengatakan, Jakarta Utara berada diurutan ke empat setelah Jakarta Barat. Yang paling banyak Jakarta Timur jumlahnya mencapai 8.894 kasus, kemudian disusul Jakarta Selatan yang mencapai 6.884 dan Jakarta Barat sebanyak 4.422 selanjutnya Jakarta Utara 3.928, dan terakhir Jakarta Pusat 3.385.

Mengenai Kecamatan Tanjungpriok yang terus menempati urutan pertama penderita DBD, Harimuda mengatakan, selain wilayahnya paling luas jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya jumlah dan kepadatan penduduk menjadi faktor banyaknya jumlah penderita. “Masih minimnya kepedulian terhadap lingkungan dan pola hidup tidak sehat juga menjadi faktor pemicu tingginya jumlah kasus,” tandasnya.

Kendati begitu, lanjutnya, Kesmas Jakut tak akan berhenti menyosialisasikan kegiatan 3 M dan PSN. Pasalnya, kedua kegiatan tersebut merupakan langkah paling ampuh memutus perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. “Kalau pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa, jadi kami sasar dari jentiknya,` katanya.


0 Responses to “Jakut Mampu Tekan Kasus DBD”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: