05
Des
08

Hati-hati, Free Sex Bisa Picu Hepatitis B!

SEKITAR 1 dari 20 orang Indonesia mengidap hepatitis B. Penyakit ini dipicu oleh banyak hal, antara lain pola hidup tidak sehat, tidak menggunakan barang yang steril, dan seks bebas. Penularannya bisa melalui darah, ari-ari janin dan cairan tubuh yaitu air liur dan sperma.

Menurut dr Widarjati S. KGEH dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, hepatitis adalah radang yang mengenai jaringan hati (hepar). “Seseorang bisa dikatakan terkena hepatitis tergantung pada jenis hepatitis itu sendiri dan faktor penyebabnya. Bisa disebabkan oleh infeksi virus, obat-obatan, bahan kimia, reaksi hipersensitivitas, dan bisa juga akibat dari suatu infeksi sistemik yang berat,” jelasnya.

Ada tiga fase gejala hepatitis yang disebabkan oleh virus. Pertama, fase pendahuluan. Gejalanya adalah badan demam seperti sedang terkena infeksi virus biasa, mirip dengan orang yang terserang flu. Fase ini berlangsung sekitar satu minggu sampai sepuluh hari. Kedua, fase kuning atau biasa disebut fase intrik. Pada fase ini, pasien menjadi kuning dan berlangsung selama 3-4 minggu. Terakhir, fase penyembuhan.

Pada prinsipnya, hepatitis akan sembuh sempurna, tergantung pada jenis virus yang diidap. Pengidap virus hepatitis A akan sembuh sempurna. Sementara pengidap virus hepatitis B dan C kadang-kadang 10-50 persen tidak sembuh sempurna dan bisa menjadi menahun. Hepatitis yang menahun akan berubah menjadi sirosishepatis. Bila sudah demikian, liver akan mengeras dan sel-selnya akan berubah menjadi serat.

Hepatitis akan sembuh karena tubuh terdiri dari sel-sel primitif. “Kalau untuk sembuh spontan, hepatitis B sekitar 80-90 persen. Hepatitis C akan sembuh sempurna sekitar 50-60 persen saja. Tetapi bila hepatitis sudah menjadi menahun, diperlukan pengobatan khusus,” katanya.

Hepatitis B

Saat ini, banyak sekali orang yang terkena penyakit hepatitis B. Sekitar 1 dari 20 orang di Indonesia terkena penyakit ini. Penyebabnya adalah pola hidup tidak sehat, menggunakan barang-barang yang tidak steril dan pergaulan anak muda yang melampaui batas. Seseorang dapat terkena hepatitis B karena pergaulan bebas atau free sex. Siapa pun bisa terkena hepatitis B.

Pada hati normal, hati terlihat mulus tanpa kerusakan. Selanjutnya adalah tahap kerusakan hati. Pada tahap ini, hati akan rusak sedikit demi sedikit, kemudian terjadi sirosis atau pengerasan pada hati. Permukaan hati akan rusak dan menjadi benjolan-benjolan dan membentuk jaringan parut. Semakin parah, hepatitis C dapat berubah menjadi kanker hati. Bila sudah terkena kanker, kerusakan bertambah berat. Kanker tersebut dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Bahaya dari pengerasan hati adalah terganggunya aliran darah. Bila ini terjadi, darah akan balik ke saluran pencernaan atau rongga perut. Setelah itu, pembuluh darah akan pecah sehingga kemudian muntah darah. Tinja juga menghitam. Bahaya lain yang disebabkan oleh virus hepatitis adalah racun dalam tubuh tidak akan keluar karena menumpuk di dalam darah. Jika demikian, hasilnya bisa fatal. Kematian.

Penularan dan Pencegahan

Hepatitis B dapat menular melalui darah (tranfusi dan jarum suntik), melalui ari-ari janin dalam kandungan dan melalui cairan tubuh (air liur dan sperma). Ada pula penularan secara horizontal, seperti kepada keluarga, teman, ataupun yang lainnya melalui kontak langsung. Bisa juga melalui kontak fisik seperti sikat gigi atau alat cukur. Virus hepatitis B dapat diketahui dengan cara diagnosis dan penggunaan alat bernama Rapid Test. Alat ini memiliki keunggulan tersendiri karena cepat, efektif, efisien, dan nyaman.

Hepatitis B dapat dicegah dengan memberikan vaksinasi. Vaksinasi sebaiknya diberikan kepada bayi yang baru lahir, tenaga dan pekerja medis, semua orang yang belum divaksin, anggota keluarga penderita hepatitis B, kaum homoseksual, dan penganut free sex. Vaksinasi yang telah direkomendasikan dengan rekayasa genetika tidak menimbulkan efek samping. Vaksin yang mengandung antibodi 100 persen dapat secara efektif melindungi tubuh dari serangan hepatitis B.


0 Responses to “Hati-hati, Free Sex Bisa Picu Hepatitis B!”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: