04
Des
08

Delapan Peneliti Asing Teliti Fenomena Gunung Kelud

kelud

Sedikitnya delapan orang ilmuwan dari mancanegara mengunjungi Gunung Kelud yang berketinggian 1731 meter di atas permukaan laut yang berada di Perkebunan Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/12). Kedatangan mereka untuk meneliti karakter Gunung Kelud.

Para peneliti tersebut berasal dari Italia, Philipina, Amerika Serikat, Papua Nugini, Jepang, dan Perancis. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda, seperti ahli Seismograf, ahli Geokimia dan lainnya. Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Dr.Surono mengemukakan, kedatangan para peneliti tersebut, untuk mengetahui secara langsung perubahan karakter Gunung Kelud setelah terjadi perubahan dari semula danau berbentuk kawah menjadi gunung.

“Fenomena ini sangat menarik dan menjadi tantangan tersendiri, karena tidak lumrah terjadi di Gunung Kelud,” katanya di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), Margomulyo, Kediri.
Menurut dia, karakter Kelud cukup sulit ditebak, diantaranya terjadi perubahan letusan dari sebelumnya magmatik (keluar material bebatuan) menjadi effusif (sisa letusan hanya terangkat ke atas kawah).

Selain para peneliti asing tersebut, lanjut Surono, pihaknya juga akan melibatkan para peneliti dalam negeri, terutama dari perguruan tinggi. Ia berharap, dengan penelitian tersebut karakter Kelud dapat dikenali, sehingga dapat diperkirakan dampaknya jika terjadi letusan, untuk mencegah korban jiwa.

“Kami memasang beberapa alat di lokasi Kelud, seperti seismograf’ dan tilt meter. Alat itu untuk mendeteksi aktivitas Kelud,” katanya. Lebih lanjut, ia mengemukakan, pihaknya berupaya menambah jumlah alat pendeteksi di lokasi Kelud, seperti tilt meter dari semula hanya dua unit menjadi empat unit. Sedangkan, untuk seismograf yakni untuk mengukur kegempaan rencananya juga akan diganti dengan yang baru.

Namun demikian, Surono mengaku, belum bisa memastikan hasil penelitian dapat diketahui secepatnya. Bahkan, pihaknya ragu dalam waktu satu atau dua tahun dapat mengenali karakter Kelud. “Waktu satu atau dua tahun belum tentu dapat menjawab kejadian alam ini secara komprehensif,” katanya.

Tapi, ia menegaskan, akan secepatnya mengumpulkan para peneliti untuk melakukan penelitian di Gunung Kelud. “Kami masih akan mengadakan pertemuan Januari 2009 mendatang di Yogyakarta, membahas rencana penelitian tersebut,” kata Surono.

Gunung yang berada di Perkebunan Margomulyo, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri tersebut, mulai terlihat beraktivitas awal tahun 2007. Pada tanggal 3 November 2007, gunung tersebut meletus namun hanya mengangkat material magma ke atas kawah dan hingga kini menjadi gunung.

PVMBG menyebut letusan Gunung Kelud tersebut dengan letusan yang berbentuk Effusif bukan Magmatik, yang mengeluarkan material Kelud. Hingga kini, status gunung yang diperebutkan Pemerintah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar tersebut masih Waspada atau Level III.


0 Responses to “Delapan Peneliti Asing Teliti Fenomena Gunung Kelud”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: