29
Nov
08

Dunia Usaha Terpukul, Ribuan Buruh Terancam PHK

ilustrasi

ilustrasi

Dunia usaha Jawa Timur terpukul akibat krisis keuangan global. Melemahnya pasar ekspor makin terasa karena industri dalam negeri tidak kompetitif setelah gubernur memutuskan kenaikan upah minimum kabupaten.

“Kalau order dari buyer merosot, praktis kami tidak produksi. Kalau sudah seperti itu, perusahaan tutup dan pekerja kehilangan pekerjaan,” demikian dikemukakan Mardjono, Sekretaris Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, Kamis (27/11).

Sebagai gambaran, di Jatim terdapat 71 eksportir anggota Aprisindo. Sampai saat ini order yang masuk merosot 50 persen. Padahal, pasar dalam negeri juga lesu karena daya beli masyarakat menurun. “Kami kesulitan, apalagi rata-rata perusahaan skala besar mempunyai lebih dari 2.000 karyawan dan skala kecil menengah menyerap 500 pekerja,” ujarnya.

Penjabat Gubernur Jatim Setya Purwaka telah mengeluarkan keputusan upah minimum kabupaten (UMK) untuk Surabaya Rp 948.500. Angka itu di atas kesepakatan Dewan Pengupahan Jatim Rp 905.500. “Kami masih sanggup kalau UMK sesuai kesepakatan, tetapi sangat berat kalau menjadi Rp 948.500,” kata Ketua Bidang Pengupahan Apindo Jatim Johnson Simanjuntak.

Untuk itu pengusaha mendesak pemerintah meninjau ulang penetapan UMK demi menjaga kelangsungan dunia usaha. Dengan demikian, lapangan kerja tetap tersedia, terutama dari industri padat karya, seperti persepatuan dan alas kaki serta tekstil dan produk tekstil.


0 Responses to “Dunia Usaha Terpukul, Ribuan Buruh Terancam PHK”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: