10
Nov
08

Musim hujan, Warga Solo Pasrah

SOLO – Memasuki musim hujan, warga yang tinggal di daerah rawan banjir di Kota Solo mengaku hanya bisa pasrah. Mereka berharap curah hujan tidak terlalu besar dan tidak turun terus-menerus agar tidak membuat Sungai Bengawan Solo meluap menjadi banjir.

“Yang bisa saya lakukan hanya bersih-bersih saluran di depan rumah agar tetap lancar. Sebenarnya ada gorong-gorong yang sudah penuh sampah. Namun warga tidak mampu membersihkannya karena butuh biaya besar. Kami berharap hujan tidak terlalu besar agar selokan tidak meluap, ” kata Sarto, warga Kampung Demangan, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Senin (10/11).

Pemerintah Kota Solo akan merelokasi warganya yang tinggal di bantaran sungai. Tahun ini rencananya 600 kepala keluarga (KK) sudah direlokasi dari total 3.761 KK yang tinggal di bantaran yang tersebar di enam kelurahan di dua kecamatan, yakni Kelurahan Jebres, Pucangsawit, Sewu di Kecamatan Jebres dan Kelurahan Semanggi, Joyosuran, Sangkrah di Kecamatan Pasar Kliwon.

Warga yang direlokasi akan mendapat uang untuk membeli tanah seluas 50-60 meter persegi dengan harga maksimal Rp 200.000 per meter persegi serta menerima uang Rp 8,5 juta untuk membangun rumah di atasnya.

Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Kota Solo Purnomo Subagyo mengatakan, Pemerintah Kota Solo menyediakan anggaran Rp 9 miliar untuk pembelian tanah, sedangkan untuk pembangunan rumah bersumber dari bantuan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.


0 Responses to “Musim hujan, Warga Solo Pasrah”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: