28
Okt
08

In memorial ‘ Ratu Horor’ Indonesia .

Beberapa hari setelah kematiannya, kematian Suzanna masih tetap diliputi pro dan kontra. Mulai dari kematiannya yang cenderung tertutup ingga kemunculan arwahnya.  Kemunculan arwah artis yang bernama lengkap Suzanna Martha Frederika Van Osch Nathalia ini tepat dua hari setelah dimakamkan di Giriloyo, Magelang.

“Saya sekarang kesepian ditinggal mama, terima kasih tadi pagi mama menengok papa. Terserah orang mau bilang mistik-mistik, papa tahu tidak ada mistik-mistik. Mama seneng di sana, papa sayang mama, saya tahu mama sayang papa,” kata Cliff Sangra, sang suami kepada wartawan.

Selama hidupnya, Suzzanna memang banyak berperan dalam film-film mistik. Sebut saja, Malam Jumat Kliwon, Malam Satu Syuro, Ratu Nyi Blorong, dan lain-lain. Di mata sahabatnya, Him Damsyik, Suzanna memiliki keperibadian yang hangat dan baik. Tapi, Suzie, demikian ia akrab disapa, juga memiliki kecenderungan yang aneh. Bukan rahasia, artis itu gemar memakan bunga kantil di setiap kesempatan.

Ia juga gemar bersemedi dan mengasingkan diri dari keramaian. Tempat-tempat yang kerap ia sambangi di antaranya: Pantai Parangtritis, Yogyakarta dan kamar Nyi Roro Kidul di Hotel Samudera Beach, Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Di rumahnya yang asri dan sepi di Magelang, ia dan Cliff jarang bersosialisasi dengan lingkungannya. Terakhir kali ia terlibat pada produksi film “Hantu Ambulan” yang diproduksi Indika Entertainment. Itu pun Shangkar, sang produser, perlu melakukan lobi khusus untuk mengajak kembali Suzzanna terlibat dalam produksi film Horor setelah sekian tahun vakum.

66 tahun hidup di dunia ini, Suzie diyakini telah mencapai hidup yang nyaris sempurna. Karena dalam ilmu angka mistik (numerologi), 66 adalah angka yang sempurna. Angka itu mengandung makna sebagai pribadi yang gemar dengan hal-hal mistik. Kematiannya tepat pada jam 24.000 pada hari Rabu (15/10/2008) atau menurut Ki Gendeng Pamungkas kematiannya jatuh pada hari Kamis 16/10/2008, yang dianalisa tanggal 16, umur 66 sebagai angka kesempurnaan hidup seorang manusia.

Kekuatan olah rasa dan batin akibat dari kegiatan meditasi yang dilakukan Suzanna selama ini. Tak heran bila feeling-nya sangat kuat di dalam aktifitas sehari-hari. Bahkan pada saat penentuan lawan mainnya, Suzzanna memberikan pengaruh yang sangat kuat. Ia, misalnya, akan memberi rekomendasi pada Produser cocok tidaknya lawan main dalam sebuah produksi film. Terbukti, hampir seluruh film-film yang dibintangi Suzanna sukses secara komersil di pasaran.

Perjumpaan pertamanya dengan Cliff Sangra pun ada kaitan dengan indera rasa Suzanna. Keduanya terlibat cinta lokasi selama proses syuting “Sangkuriang”. Ketika itu Suzanna menyetujui peran yang akan dilakoni Cliff Sangra. Di film itu cinta keduanya mulai bersemi dan berlanjut pada film-film berikutnya. Keduanya kemudian menikah pada tahun 1960 dengan perbedaan usia 20 tahun. Tapi toh keduanya hidup dalam selimut kebahagiaan.

Selembar surat wasiat yang dituliskan dan diamantkan kepada Cliff berisi pesan agar selama proses kematiannya tidak dipublikasikan. Bahkan anggota keluarga sendiri tidak tahu saat kematian dan penguburan Suzie. Selain itu, Suzie meminta agar selama tiga hari dikuburkan ia tetap ditemani sang suami. Kemudian, empat puluh hari ke depan, Cliff juga harus sesekali menjenguk pemakaman sang istri.

Dari salah seorang pengurus pemakaman diketahui bahwa tangan Suzie dihiasi rangkaian melati yang berbentuk keris, sementara di bagian leher dikalungi rangkaian melati.

Kepulangan Suzanna diiringi aroma melati, bunga yang menjadi makanan favoritnya selama hidup. Selamat jalan Suzie, Ratu Horor Indonesia!


0 Responses to “In memorial ‘ Ratu Horor’ Indonesia .”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: