07
Okt
08

Wajah-wajah Anyar Penghias Jakarta, Pengikut Jejak Tukul

Jakarta – Meski kecenderungannya menurun, selalu ada saja wajah-wajah baru yang akan menghiasi Jakarta di tiap arus balik lebaran. Air mukanya yang khas, sedikit celingukan dan terlihat asing menjadikan pendatang baru tersebut terlihat mencolok di kerumunan penumpang. Selebihnya adalah harapan sukses yang tergurat dari wajah generasi-generasi baru itu.

Pardi, misalnya. Lelaki berusia 24 tahun tersebut turun dari bus Sumber Alam yang memindahkan dirinya dari Wonosobo. Dia mengaku baru kali ini menginjak Jakarta dan akan mengadu nasib di belantara kota.

“Sementara waktu saya ditampung saudara, membantu usaha printing (percetakan). Sambil nyari pekerjaan yang lain,” kata Pardi yang “ditenteng” oleh Idrus, saudara sekampung di Wonosobo.

Berbeda dengan Pardi, Uswatun (22), tertarik dengan Jakarta karena di desanya di daerah Pekalongan, waktu yang dimilikinya diisi dengan menganggur. Tidak ada pekerjaan yang menghasilkan uang mencukupi. Meski di Jakarta pun dia menyadari tidak akan memperoleh pekerjaan dengan gaji tinggi mengingat dirinya hanya lulusan SMA.

“Tapi paling tidak ada kegiatan. Di desa bosen nggak ada kegiatan. Mau jadi TKI, belum ada duit untuk jalur resmi,” ucap Uswatun saat turun di Terminal Pulogadung, Senin (6/10/2008)..

Sementara waktu, Uswatun akan bekerja di Kawasan Industri KBN Cakung, Jakarta Utara. Dia akan bekerja di pabrik garmen yang ia ketahui dari rekan sedesanya.

“Siapa tahu bisa sukses seperti Tukul. Awalnya kan kayak gini ini,” pungkas Uswatun terinspirasi jejak sukses Tukul Arwana, komedian beken itu.


0 Responses to “Wajah-wajah Anyar Penghias Jakarta, Pengikut Jejak Tukul”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: