Archive for the 'Cerita Mistis' Category



10
Nov
08

Ritual sex psk indramayu


Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sejak dulu memang identik dengan dunia prostitusi. Tudingan miring tersebut ternyata bukan isapan jempol semata. Faktanya, memang demikian adanya. Dari berbagai catatan perdagangan perempuan di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri yang berhasil dihimpun aparat kepolisian dan sejumlah LSM diketahui, bahwa Indramayu termasuk dalam urutan pertama sebagai daerah pemasok wanita yang siap dijadikan pemuas nafsu laki-laki hidung belang. Mereka inilah yang kemudian disebut sebagai pekerja seks komersial alias PSK.

Data tersebut semakin diperkuat dengan merebaknya tempat-tempat prostitusi yang ilegal atau legal, dari kelas kakap sampai kelas kambing, yang banyak bertebaran di hampir setiap sudut wilayah Indramayu. Sebut saja di Sukra, Karangampel, Haurgelis, Cangkingan, Anjatan, Legok, Sukahaji, Cilegeng Indah, Gantar, Kalimenir, Kandanghaur, Sliyeg, dan beberapa di wilayah Indramayu kota.

Di beberapa wilayah tersebut, prostitusi seakan sudah menjadi semacam tumpuhan harapan dari kesulitan ekonomi. Masyarakat sudah maffum, meski mayoritas dari mereka adalah penganut agama Islam yang terbilang taat. Rumah-rumah bedeng semi permanen yang dihuni puluhan wanita nakal lengkap dengan fasilitas esek-esek dibangun di samping masjid atau mushola merupakan pemandangan biasa yang tampak di wilayah ini. Satu contoh seperti di Desa Cangkingan, Kecamatan Karangampel.

Di daerah ini puluhan warung malam remang-remang bertebaran. Di depan warung yang rata-rata berukuran 3 x 5 meter itu, terpancang panggung kecil sebagai tempat berjoget dengan iringan musik dangdut dari tape recorder. Warung-warung ini juga memajang gadis-gadis belia berparas ayu, berusia 13 hingga 15 tahun. Sebagian besar di antara mereka masih duduk dibangku SLTP. Malah ada yang masih SD kelas VI.

Perawan-perawan cilik tersebut biasa disajikan untuk menemani minum bir para lelaki pengunjung warung, serta sesekali berjoget hingga larut malam. Meski usianya masih sangat belia, namun mereka amat mahir dalam merayu tamunya agar minum sampai teler, lalu memberikan tips dalam jumlah besar. Walau demikian, mereka selalu menolak setiap diajak ngamar.

Kabarnya, warung-warung malam di Desa Cangkingan inilah yang disebut sebagai tempat magang gadis Indramayu untuk dididik sebagai wanita penghibur profesional di kota-kota besar, bahkan hingga ke luar negeri.

Berbagai hasil penelitian menyebutkan, tingginya angka prostitusi dan perdagangan perempuan di Indramayu lebih disebabkan oleh faktor ekonomi. Sedang sebagian kecil lainnya karena terpengaruh tradisi kawin di usia muda, serta tingkat pendidikan yang masih rendah.

Menurut pengamat masyarakat Indramayu, Hasan Alkarim, cewek Indramayu terperosok ke dalam jurang pelacuran sudah sejak era 1960 silam. Pada waktu itu, keadaan Indramayu sedang dilanda paceklik. Ratusan hektar sawah gagal panen. Masyarakat yang sebelumnya sudah berharap dapat hasil melimpah ternyata harus gigit jari. Kekeringan dan kelaparan terjadi di mana-mana.

Kondisi yang buruk itu mengakibatkan banyak masyarakat Indramayu yang memilih hijrah ke Jakarta untuk mengadu nasib. Yang pria menjadi buruh kasar, sedangkan wanitanya memilih menjadi PSK, karena dianggap lebih mudah dan menguntungkan.

“Sesuai catatan sejarah seperti itu. Seandainya Indramayu tidak pernah dilanda paceklik mungkin ceritanya jadi lain,” kata Hasan kepada Misteri.

Selain faktor tersebut, di Indramayu juga mengenal sistem kawin di usia muda. Seakan sudah menjadi tradisi, setiap menjelang dan masa panen, kaum laki-laki muda bersiap-siap mencari pasangan. Pun demikian dengan kaum wanitanya. Keinginan itu ditunjang dengan penghasilan dari panen padi yang jika dirupiahkan angkanya mencapai miliaran, karena rata-rata penduduk Indramayu memang memiliki lahan sawah lebih dari satu hektar.

Tradisi mencari jodoh itu terus berkembang dari generasi ke generasi, hingga tak heran jika di daerah-daerah tertentu terdapat lokasi khusus untuk para pencari jodoh. Tempat tersebut biasa disebut orang Indramayu sebagai Pasar Jodoh. Di Pasar Jodoh inilah mereka tak hanya sekedar bertemu dan berkenalan, melainkan juga menghibur diri, karena Pasar Jodoh di Indramayu kondisinya mirip dengan pasar malam yang biasa nampak di daerah-daerah lain.

Dalam ajang Pasar Jodoh itu setiap pasangan yang sudah menemukan jodohnya masing-masing selalu mengikat janji untuk menikah, meski tanpa persiapan dan tentu saja tidak ada cinta dan kasih saying yang kuat. Akibatnya, sudah bisa diduga. Dalam beberapa waktu selanjutnya, angka perceraian pun akan terus membengkak.

“Nah, janda-janda inilah yang kemudian banyak terjun menjadi PSK,” ujar Hasan menegaskan.

***

Namanya bekerja sebagai pelacur, tentu tidak perlu persyaratan yang njlimet dan aneh-aneh. Cukup dengan modal wajah cantik, bodi mulus serta kenekadan yang tinggi. Hanya dengan itu duit dalam jumlah banyak akan mudah diraup dalam waktu yang tidak terlalu lama. Pelacur-pelacur yang sudah berhasil ini, manakala pulang kampung biasa mengiming-imingi setiap wanita di kampungnya yang masih belum memiliki kekayaan cukup. Iming-iming itulah yang akhirnya menjadikan arus urbanisasi pelacur dari Indramayu terus bertambah. Karena, bekerja menjadi pelacur bisa mendatangkan uang cukup banyak dalam waktu yang tidak terlalu lama dan kerjanya juga ringan.

Pola pikir masyarakat Indramayu pun pada gilirannya berangsur-angsur menganggap prostitusi bukan lagi sesuatu yang tabu. Malah di beberapa daerah pelosok Indramayu, banyak orang tua yang justru merasa bangga jika anaknya memiliki wajah cantik, karena itu berarti aset yang bisa dijual. Tak heran jika banyak orang tua dari Indramayu justru mengantarkan sendiri anaknya ke Jakarta atau kota-kota lain untuk dijadikan PSK.

Pola pikir yang sudah mengesampingkan moral dan tatakrama itulah yang hingga kini dijadikan makanan empuk bagi para makelar wanita untuk lebih leluasa bergerilya mencari mangsa di Indramayu. Para pedagang perempuan itu berani mengikat orang tua yang punya gadis belia dengan panjar uang  yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah.

Teknik jemput bola yang diperagakan oleh kelompok mafia ini ternyata disambut baik oleh sebagian besar orang tua di Indramayu. Akibatnya, prostitusi dan perdagangan perempuan di wilayah ini seakan tak akan pernah bisa diberantas. Bahkan, aparat kepolisian dari Mapolres Indramayu yang sudah berkali-kali melakukan razia dengan sandi Operasi Pekat pun seakan tak mampu menekannya.

Memang, pelacuran di Indonesia sudah merebak sejak Tanam Paksa pada zaman penjajahan Belanda, ketika kapitalisme Eropa mulai berkembang. Tradisi Dewi Seks yang berkembang di Asia juga turut mempengaruhi, hingga tanpa satu hukum pun mampu menghentikannya. Kondisi ini dilandasi kepercayaan bahwa berhubungan seks dengan anak-anak perempuan usia muda, khususnya yang masih perawan, belum tersentuh laki-laki, akan membuat laki-laki menjadi awet muda, lebih kuat, malahan menyembuhkan penyakitnya.

Mitos seperti ini terus dihidup-hidupkan dengan berbagai cara oleh para trafficker, yakni orang-orang yang berada dalam mata rantai perdagangan manusia untuk kebutuhan seksual. Bagi mereka, para PSK, yang usianya merangkak tua, yang tertinggal adalah resiko penyakit dan keterasingan. Jika pamor tubuhnya mulai turun, para pekerja seks itu memilih menjadi istri kedua atau simpanan yang menikah di bawah tangan.

Di Desa Belibis, banyak perempuan mantan pekerja seks menjadi simpanan orang-orang Jakarta yang bukan tergolong kaya atau berpangkat. “Suami anak saya ini datangnya seminggu sekali,” kata Bu Tinah, 60 tahun, ibu dari Lisna, 30 tahun, perempuan dengan tiga anak. Ayah ketiga anak Lisna berbeda-beda karena acapkali suaminya tidak muncul lagi setelah anaknya lahir.

Kalau tidak menjadi isteri muda, mereka berganti peran menjadi bagian dari trafficker, mencari gadis-gadis dari berbagai kampung dan daerah-daerah pedesaan, mengiming-imingi mereka dengan kehidupan yang serba nyaman.

Dengan demikian, Teori Foucault, tokoh postmodernisme dari Perancis tentang keterkaitan kapitalisme dengan represi modern atas seksualitas mendapatkan pembenarannya. Sayangnya, ideologi kapitalisme yang berkembang di negara manapun tidak pernah memberikan kekayaan dan kemakmuran bagi para budak. Sebaliknya, para juragan terus mempertontonkan pola hidup konsumen tajir terhadap para budaknya tanpa diimbangi dengan pemberian fasilitas maupun upah yang memadai. Akibatnya, keinginan tidak sesuai dengan keadaan. Tingkat kriminalitas pun meningkat, termasuk wanita-wanita yang rela terjun menjadi pelacur.

Kondisi itu semakin parah jika usia semakin bertambah. Karena pada kondisi itu, aset tubuh yang biasa dijual sudah mulai mengalami penurunan. Tak heran, jika orangtua di Indramayu akan sangat memanfaatkan keadaan anak gadisnya yang masih belia untuk mendulang rupiah sebanyak mungkin. Prinsip aji mumpung ini kerap dibarengi pula dengan upaya-upaya mistik yang beresiko tinggi, seperti pesugihan.

Upaya-upaya mistik itu terkadang juga masih terus dipraktekkan meski usia anak gadisnya sudah lanjut dan pasarannya pun mulai anjlok. Salah satunya seperti yang saat ini banyak digunakan oleh para PSK yang tergolong Setengah Tuwir (STW), yaitu dengan melakukan apa yang disebut sebagai Ritual Luru Duit, atau dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “mencari uang.”

MAKAN CICAK PUTIH

Banyak jalan menuju Roma. Pepatah tersebut dipegang teguh oleh para PSK di Indramayu. Artinya, banyak cara untuk bisa mendapatkan uang, meski kondisinya sudah tidak memungkinkan. Bagi para PSK yang sudah STW, tentu saja usia yang semakin lanjut menjadi warning yang tidak boleh dianggap remeh. Mereka harus sesegera mungkin mempersiapkan diri agar tidak terlindas atau terkalahkan oleh para PSK pendatang baru yang tentunya lebih muda, segar dan cantik.

Dari penelusuran Misteri, tak hanya para PSK muda Indramayu yang hingga kini gemar melakukan oleh spiritual untuk mendapatkan pelarisan. Para PSK STW pun ramai-ramai melakukan hal serupa. Salah satu oleh spiritual PSK STW yang dipercaya bisa membuat mereka awet muda dan tetap laris meski kulit sudah mulai keriput, ialah dengan rajin memakan cicak putih. Cara ini kedengarannya memang aneh, namun praktek seperti itu saat ini seakan sudah menjadi tradisi yang tidak bisa ditinggalkan. Hampir sebagian besar para PSK STW di Indramayu yang tidak ingin dirinya tergerus oleh zaman pasti melakukan hal ini.

Memakan cicak putih memang menjijikkan. Selain hewan melata itu tidak lazim dikonsumsi, bentuk serta pola hidupnya pun hampir mirip dengan binatang purba. Dan yang paling tidak memungkinkan, jumlah populasi cicak putih di Indonesia terbilang minim, sehingga sulit didapatkan. Bahkan, di Indramayu sendiri, untuk bisa mendapatkan cicak putih bukan perkara yang gampang. Perlu waktu yang cukup lama untuk bisa mendapatkan satu ekor saja.

Lantas, berapa dan bagaimana cicak putih itu dimakan?

Menurut kepercayaan para PSK STW yang entah didapatkan darimana, cicak putih yang harus dimakan agar mereka bisa awet muda adalah berjumlah sepuluh ekor dalam setiap minggunya. Ritual itu dilakukan selama sepuluh minggu atau dua bulan setengah. Jumlah itu boleh dimakan sekaligus dalam satu hari atau digilir secara rutin selama seminggu penuh.

“Yang jelas jumlahnya harus sepuluh ekor dan harus dimakan dalam waktu satu minggu. Kalau belum satu minggu cicak sudah habis semua, ya harus menunggu sampai minggu depan lagi. Tidak boleh langsung ditambah,” kata Ismiyati, 38 tahun, seorang PSK STW yang biasa mangkal di sekitar taman Wisata Pantai Tirtamaya, Karangampel.

Selama menjalani ritual itu, para pelakunya harus pula membarengi dengan membacakan  beberapa amalan atau mantra khusus yang di kalangan orang Indramayu dikenal dengan sebutan Mantra Papaes. Mantra yang bunyinya sangat dirahasiakan dan hanya boleh disebarkan di kalangan para PSK STW itu jumlahnya terdiri dari empat bait, dan harus dibacakan pada setiap malam Selasa Legi selepas pukul dua belas malam, selama masa waktu dua setengah bulan ritual. Efek dari Mantra Papaes dipercaya akan memperkuat laku ritual fisiknya, yaitu makan cicak putih.

Ismiyati termasuk golongan PSK yang sudah senior dan kenyang makan asam garam dunia hitam tersebut. Bayangkan saja, dia sudah terjun menjadi PSK sejak masih berumur 15 tahun. Dia termasuk salah seorang korban perdagangan perempuan. Karena merasa langkah tersebut dianggap paling baik untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, hingga kini Ismiyati mengaku tidak akan banting stir, meski usianya sudah di ambang batas.

Apa tidak takut bakalan kalah bersaing dengan yang muda? “Makanya saya melakukan ritual ini karena saya takut. Kalau hasilnya sih boleh dicoba,” ujar Ismiyati dengan gayanya yang masih tetap genit. Mungkin mirip masa mudanya dulu.

Praktek yang sama juga dilakukan Zamilah, 33 tahun, PSK STW yang kerap menjajakan diri di pertigaan Celeng, Jatibarang. Sama halnya dengan Ismiyati, Zamilah juga sering melakukan hal serupa, yaitu rajin makan cicak putih. Cara serta waktunya pun tidak terlalu sulit. Cicak-cicak putih itu bisa dimakan kapan saja, tanpa ada aturan waktu yang baku. Zamilah juga terlihat bingung saat ditanya siapa yang pertamakali mengajarkan ilmu tersebut.

“Pokoknya dari dulu kepercayaannya sudah seperti ini. Kalau Mas tidak percaya, coba saja tanya seluruh PSK STW di Indramayu, jawabannya pasti sama. Mereka melakukan hal yang sama dengan saya. Tradisi yang saya lakukan ini sudah berlaku dari mulut ke mulut dan turun temurun,” ungkap Zamilah dengan nada meyakinkan.

Hanya saja, Zamilah sedikit mendalami tata cara dan makna dari memakan cicak putih. Menurutnya, cicak putih harus mulai rutin dimakan sejak memasuki usia 30 tahun. Di usia itu, beberapa organ vital wanita akan mengalami penurunan. Salah satu yang mudah dilihat adalah kulit muka yang mulai keriput. Keadaan itu lambat laun tidak bisa ditutupi meski sudah dilapisi dengan make-up merek terkenal sekalipun. Selain itu, yang terpenting adalah “rasa.” Rasa inilah yang menurut Zamilah akan mempengaruhi daya jualnya di mata para konsumen. Rasa yang dimaksud adalah pada saat berhubungan badan.

Konon, wanita berumur yang biasa memakan cicak putih rasanya akan lain dengan wanita yang sama sekali tidak melakukannya. Zamilah sudah berulangkali mencobanya. Dia kerap mendapatkan pujian dari para konsumennya. Tarifnya pun sampai kini masih terbilang tinggi, yaitu berada pada kisaran di atas Rp.100 ribu untuk sekali kencan. Tarif tersebut hampir sama dengan para PSK muda belia yang mangkal di wilayah Indramayu pelosok.

Diakui Zamilah, PSK STW yang banyak bertebaran di Blanakan, Subang, juga melakukan hal yang sama. Terbukti, pasaran mereka laku keras, bahkan bisa mengalahkan yang lebih muda. Banyak pula di antara mereka yang menjadi isteri simpanan para pejabat dan pengusaha.

“Masa sih Mas tidak tahu, lha wong bolak balik masuk TV. Yang nongol dari Blanakan kan mesti PSK STW. He…he…he…!” Ujarnya enteng, dengan tawanya yang centil.

Untuk mendapatkan cicak putih, baik Ismiyati maupun Zamilah harus mengeluarkan tenaga dan biaya ekstra, karena memang cukup sulit. Untuk itu, dia berani memasang tarif untuk satu ekor cicak putih itu seharga Rp. 20 ribu bagi siapa saja yang bisa menangkapnya. Orang-orang tersebut sengaja dia suruh agar berkelana ke berbagai daerah untuk mendapatkan makhluk langka tersebut. Bahkan, harga tersebut masih akan bertambah, jika cicak yang didapatkan ukuran tubuhnya lebih besar.

Cicak-cicak tersebut tentu saja tidak dimakan langsung, melainkan terlebih dahulu digoreng atau dimasak. Tidak takut ketahuan orang atau keluarga?

“Wah, di sini sudah biasa, Mas. Hal seperti itu wajar-wajar saja. Namanya juga usaha,” ujar Zamilah.

Efek yang didapatkan setelah memakan cicak putih tersebut, menurut pengakuan beberapa PSK STW, mereka merasakan seperti muda kembali. Sugesti yang didapatkan sangat besar. Hal itu tentu berefek pada pola dan gaya bercinta mereka. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah alat kelamin mereka konon terasa lebih rapat dan legit. Keadaan itulah yang kabarnya membuat para pelanggan akan terus ketagihan sampai kapan pun.

DARAH GORENG

Selain makan cicak putih, para PSK STW di Indramayu yang sedang menjalani ritual Mantra Papaes juga harus memakan darah goreng. Darah yang digoreng tersebut berasal dari darah hewan seperti kambing, sapi, ayam, kuda, dan kerbau. Darah yang digoreng itu berasal dari darah bekas penyembelihan. Setelah darah itu berhasil dikumpulkan, terlebih dahulu dibekukan dengan cara disimpan di dalam kulkas selama sehari semalam. Selanjutnya, darah gumpalan yang sudah mengeras itu dipotong-potong dengan ukuran sesuai selera.

Setelah dipotong lalu dibumbui sesuka hati pula. Selanjutnya, potongan darah beku itu digoreng. Orang Indramayu biasa menyebut makanan tersebut dengan nama Marus. Hobi memakan marus di kalangan PSK STW dipercaya bisa mendatangkan kekuatan seks yang luar biasa. Siapapun yang memakannya dapat perkasa di atas ranjang laksana kuda betina, sehingga berhadapan dengan laki-laki manapun pasti akan dibuat bertekuk lutut.

Para PSK STW di Indramayu menurut pengakuan beberapa di antaranya, tak pernah lupa melakukan ritual yang satu ini. Memakan darah goreng ini merupakan pelengkap yang harus dilakukan selain memakan cicak putih. Waktunya pun diusahakan berada di antara waktu makan cicak putih. Jadi, kalau bisa setelah memakan cicak putih dilanjutkan dengan memakan darah goreng.

Namun, memakan darah goreng ternyata tidak sembarang PSK STW bisa melakukannya. Karena biasanya, pasti akan muntah. Nah, agar tidak muntah sebaiknya sebelum melaksanakan ritual ini, terlebih dahulu puasa selama tiga hari. Dan pada hari terakhir dengan cara mutih alias hanya memakan nasi putih saja.

“Kalau tahapan itu sudah bisa dilalui, memakan dua benda menjijikkan  itu akan berubah menjadi kebiasaan. Dan, rasanya pun pasti enak,” kata Lilis, 39 tahun, PSK STW lainnya.

Selain dua cara tadi, seluruh tahapan ritual tersebut biasanya diakhiri dengan cara minum dan mandi air keramat dari Gunung Kromong yang terletak di Bongas, daerah yang sebagian masuk wilayah Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Gunung tersebut dipercaya memiliki air keramat yang sangat luar biasa ampuh. Air dari sumber mata air yang tak pernah habis sejak dulu meski di musim kemarau itu juga dijadikan pengairan puluhan hektar sawah di wilayah Indramayu.

Masyarakat dari berbagai daerah di Indramayu setiap tahunnya selalu berdatangan ke Gunung Kromong untuk menimba air keramat. Mereka selalu membawa jerigen dan wadah lainnya. Mereka sering berebut dengan para PSK yang juga sama-sama mencari berkah dari air tersebut. Konon, air dari Gunung Kromong jika digunakan untuk minum atau mandi bisa memberikan arura awet muda. Dan, jika digunakan untuk mengairi sawah, meski jumlahnya terbatas, dipercaya sawah tersebut akan menghasilkan panen yang melimpah ruah.

10
Nov
08

Zakiah Bangkit dari Kubur

Manusia yang sudah mati hidup kembali, mana mungkin? Berangkat dari pertanyaan inilah aku ikut serta dalam ritual  penangkapan hantu kuburan Talanggayau, tempat di mana Hantu Zakiah sering maujud dan menakut-nakuti warga.

Pada suatu hari, Kamis Pon l3 Januari l990 pukul l8.40 WIB, anak bungsu almarhumah Zaskiah, Herman yang baru berumur l0 tahun, dikejutkan oleh kehadiran ibunya yang sudah tiga bulan meninggal. Saat itu Herman sedang menonton tivi di ruang depan rumahnya di Tebing Giling, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Di saat asyik menonton televisi, Herman melihat kemunculan ibunya yang tiba-tiba dan mematikan tv yang sedang dia tonton. Di luar kesadaran bahwa ibunya sudah meninggal, Herman berteriak kepada ibunya. “Mama, jangan matikan televisi, aku lagi nonton nih!” pekik Herman, polos. Dalam hitungan detik, ibunya yang menggunakan baju kebaya hitam yang biasa dikenakan di saat masih hidup  itu, menghilang entah ke mana.

Ayahnya yang baru saja usai ambil wuduh untuk sembahyang magrib, kaget mendengar Herman memanggil mamanya. “Kamu barusan kenapa Her? Kamu memanggil mama dan meminta mama tidak mematikan tivi?” Tanya Herman. Setelah dijawab iya oleh Herman, kagetlah Si Ayah. Sebab Herman benar-benar melihat ibunya yang sudah meninggal, datang lagi dan mematikan tivi. “Ibu memakai baju kebaya warna hitam dan sarung warna coklat yang biasa dipakainya di waktu masih hidup!” cerita Herman.

Mulanya Ardan, ayah Herman mengira anaknya mengigau. Atau Si Bungsu sedang berhalusinasi  karena sedang merindukan ibunya. Tapi habis sholat magrib, Ardan diikejutkan lagi oleh kelebat hitam di ruang sembahyang. Setelah diperhatikannya dengan seksama, kelebat itu ternyata sosok Zaskiah, almarhumah istrinya yang telah memberinya tiga anak. “Oh Tuhan, bukankah itu Zaskiah?” batin Ardan.

Ardan segera menghambur ke ruang belakang  di mana istrinya itu melesat. Sesampainya di lorong menuju dapur, Ardan  melihat telak wajah istrinya yang tegak menghadap ke arahnya dengan wajah pucat  berbola mata warna putih semuanya. Zakiah memakai kebaya warna hitam dan sarung coklat kesukaannya ketika masih hidup. “Zakiah! Kamukah itu?” tanya Ardan.

Karena sudah menjadi hantu, Zaskiah tidak menjawab   sepatah kata pun. Dalam hitungan detik setelah ditanya, sosok Zaskiah pun menghilang ke luar jendela yang belum terkunci. “Zakiah, Zakiah, ke mana kamu?” imbuh Ardan makin penasaran.

Sejak malam itu Ardan  menjadi  gelisah. Matanya tak dapat dipejamkan dan Ardan sama sekali tak dapat tidur. Jantungnya mulai goyah dan batinnya pun resah. Perasaan pun tiba-tiba  menjadi gamang. Pikirannya jauh menerawang ke sosok istri yang sangat dicintainya itu. Juga pada kenangan in dah saat terakhir kali dia berdua istrinya di Sungai Musi dengan speedboat berdua. Batin Ardan,  mana mungkin Zaskiah yang sudah mati bisa hidup  kembali dan menjadi hantu seperti itu?

Sebelum pertanyaan itu terjawab oleh nya sendiri, Ardan disentak oleh jeritan Nyonya Hamid, tetangga sebelah selatan rumahnya. Ardan segera beranjak keluar rumah dan bertanya pada Nyonya Hamid. Nyoya Hamid tersungkur di lantai bawah rumahnya dan seperti orang trans. “Kenapa Bu?” tanya  Ardan, gelagapan.

Karena masih trans, Nyonya Hamid tidak dapat menjawab pertanyaan Ardan. Tapi mata istri Hamid itu melotot ke arah Ardan seperti mau marah. Setelah minum air putih yang dibaca-bacai oleh Hamid,  suaminya, ibu muda itupun akhirnya sadar. Dalam sadarnya,  dia bercerita bahwa baru saja dia dicekik oleh Zaskiah, almarhumah yang sudah tiga bulan lalu dikubur.

“Istri bapak hidup lagi dan dengan jelas saya lihat wajahnya. Tapi bola matanya semuanya putih dan giginya bertaring dua,” ungkap Nyonya Hamid, datar. Hamid terperanjat mendengar cerita istrinya itu. Sedang Ardan hanya diam dan tertunduk tak bisa membantah lagi. Sebab dia dan anaknya, Herman, baru saja melihat Zaskiah di rumahnya.

Ardan meminta pada keluarga Hamid agar tidak menyebarkan cerita itu  ke luar. Ardan mengaku sangat malu dan  terpukul sekali  bila  banyak orang tau bahwa Zaskiah menjadi hantu. Bagi manusia baik-baik, terutama Ardan yang rajin sekali ke mesjid, akan sangat terpukul bila warga mengetahui  almarhumah istrinya menjadi hantu. “Bukan Cuma saya, saya semua anak-anak saya akan terpukul dan malu oleh aib ini! Tolonglah, simpanlah cerita ini dan jangan samapi keluar!” harapn Ardan.

Ardan berdalih, bahwa setiap manusia yang mati jadi hantu,  biasanya, orang tersebut  saat  hidupnya sangat jahat. Selain banyak dosa kepada sesama, dia juga biasanya punya hati busuk ketika hidup. Syirik, dengki, iri hati dan nyinyir. “Walau saya sangat mencintainya, tapi saya akui istri saya telah banyak menyakiti hati orang dengan pekerjaannya sebagai pedagang uang!” aku Ardan.

Memang Ardan tahu betul tentang tabiat istrinya itu. Ketika hidup, istrinya menjadi lintah darat dan memperdagangkan  uang dengan bunga yang besar. Bila pelanggan terlambat bayar, Zaskiah tidak segan-segan mengambil benda-benda berharga secara paksa. Bahkan kerap ula melakukan kekerasan bersama pasukan penagih hutangnya yang terdiri dari preman-preman berbadan besar. Selain banyak menyiksa penghutang, Zaskiah juga terkenal berani melawan suami, punya hati syirik, dengki, iri dan mulutnya sangat pedas menyakiti hati orang.

Pada saat Zazkiah dimakamkan di Pemakaman Talanggayau, pelayat sudah curiga bahwa matinya Zakiah tidak sempurna. Sebab selain tanahnya sangat kurang untuk menutupi kuburannya, di dalam kuburan juga mengalir air dan berkumpul banyak belatung. Kata orang, bila manusia banyak menyakiti hati orang lain, kuburannya akan sempit dan banyak belatung dan ular di makamnya.

Benar saja, setelah tiga bulan dimakamkan, mayat Zaskiah bangkit lagi. Setiap sore hari tertentu menjelang azan magrib, kuburannya merekah kemudian mengeluarkan asap putih. Asap itu bergumpal lalu maujud seperti sosoknya ketika hidup. Bedanya, kini dia bertaring dan bermata putih tanpa bolamata hitam dengan wajah yang pucat tidak berdarah.

Setiap malam jumat kliwon, selasan wage dan minggu pon, arwah Zakiah maujud berkeliling kampung.  Bahkan orang-orang yang lalu lalang di jalanan depan rumahnya, kerap melihat sosok Zakiah di bawah rumah panggung miliknya. Di dalam kegelapan dan samar-samar malam, sosoknya selalu duduk jongkok menghitung uang di tangannya. Saat senter mengarah kepadanya, matanya akan membelalak dengan warna putih semua, mulutnya membuka memperlihatkan taring bagaikan drakula di film-film horor. Jadi, walau Hamid dan istrinya tidak membocorkan kejadian yang  mereka alami, karena warga lain melihat sendiri hantu Zaskiah, maka menyebarlah kasus Bangkit Dari Kubur itu menyebar ke antero keluarahan.

Menurut  para dukun di wilayah itu, bahwa hantu Zakiah menghitung uang karena semasa hidupnya diperbudak oleh uang. Dia sangat tergila-gila dengan uang bahkan menjadikan uang seperti Tuhan dalam tanda petik. Zakiah memperdagangkan uang dengan kesadisannya tersendiri. Uang itu diperanakpinakkan dan dibungakan dengan bunga yang mencekik leher. Zakiah menggunakan kesempatan pada orang-orang yang terdesak butuh uang dengan bunga yang teramat besar dan cara penagihan yang menekan orang. Banyak pelanggan  yang sakit hati, stress dan bahkan ada yang sampai mati karenadepresi. Maka itulah, saat meninggal, Zakiah menjadi hantu. Hantu yang mengerikan dan membuat kampung menjadi angker.

Sebagai wartawati  bidang supranatural, aku tertarik betul ketika kumpulan paranormal Indralaya melakukan ritual penyempurnaan arwah. Hantu Zaskiah akan ditangkap dan dimasukkan ke dalam botol lalu dilarung ke Sungai Musi dan dihanyutkan ke laut Selat Bangka, 68 mil laut dari jembatan Ampera kota Palembang.

Malam Jumat Kliwon, l8 Maret l990, dilakukan ritual penangkapan arwah di makam Zaskiah di Talanggayau. Lima paranormal asal Indralaya itu memperbolehkan aku meliput. Kusiapkan handycam Sony CCD. Juga kodak camera Nikon FM 2 dengan ASA l600 serta kamera tv close sircuit penangkap cahaya berintensitas rendah.

Batinku gamang juga saat kelima paranormal itu membakar hio, madat Turki, kemenyan Arab dan meletakkan Apel Jin di pusara Zaskiah. Mereka berkomat kamit membaca mantra sedangkan aku sibuk menepuk nyamuk yang begitu banyak hinggap di tangan dan kakiku. Pas bersamaan dengan suara azan magrib dari surau terdekat, tiba-tiba pusara bagian kepala Zaskiah merekah. Tanah membuka selebar l0 sentimeter dengan dimulai meretak secara alami dikit demi sedikit. Dalam hitungan detik, lobang  yang membuka itu mengeluarkan asap. Lima paranormalyang dipimpin Bang Usni itu buru-buru meletakkan botol di bagian lobang  kemudian menampung semua asap hingga memenuhi botol. Setelah penuh  dan asap dari dalam makam habis, botol itu ditutup dengan penutupnya. Agar penutup itu menjadi kuat, Bang usni  menambah pula tutup plastik  tebal dan diikat dengan Karet ban.

Setelah rapih, lima paranormal itu bermeditasi lagi dan mengucapkan mantra-mantra khas. Beberapa saat kemudian, mereka merapihkan kembali apel jin, madat Turki dan kemenyan Arab yang telah mereka bakar. Lalu kami bersama-sama pergi ke kota Palembang dan melarung botol itu ke Sungai Musi yang sedang surut ke arah laut Sungsang di Selat Bangka. Semua peristiwa itu terekam dalam kameraku dan aku menurunkan liputan itu di majalah segmen supranatural tempatku bekerja,

Botol telah hanyut di sungai menuju laut. Perlahan tapi pasti asap itu mengapung dan pergi untuk selamanya. Kata Bang Usni, asap itu adalah arwah dari alam kubur yang maujud menjadi hantu Zaskiah. Dengan tertangkapnya asap itu, dijamin l00 persen hantu Zaskiah pergi ke alam keabadian dan hantunya tidak akan kembali lagi. Ardan telah membayar mahal pada mereka atas tugas-tugas goib itu. Ardan tak hendak menyusahkan warga karena hantu istrinya yang terus menerus menampakkan diri dan mencari korban.

Tanggal l8 dibuang ke sungai, tanggal 30 Maret l990 pukul l9.00 Hantu Zaskiah ditemukan lagi di bawah rumahnya. Yang melihat hantu itu adalah Ardan sendiri dan Ardan dicekik oleh hantu istrinya itu. Setelah dipanggil, Bang Usni meminta maaf sebagai botol yang hanyut di Sungai Musi itu tidak sampai ke laut. Di sekitar Pulau Kemaro, botol itu tertabrak baling-baling kapal dan pecah. Asap yang ada di dalam botol kembali mengudara dan balik lagi ke makam Zaskiah. Sepanjang 56 kilometer, kata Bang Usni, asap bisa mengenali makam dan kembali ke jasad yang telah menjadi tulangbelulang. Untuk itulah, Bang usni berjanji akan melakukan ritual menyempurnaan ulang. Tapi sayang, tanggal 5 April l990, Bang Usni dan empat temannya sesama paranormal, mati dalam kecelakaan lalulintas di Gawaran. Mobil yang mereka tumpangi bertabrakan hebat dengan truk tronton dan semua penumpang carry yang distir Bang Usni, mati semua. Ada kabar menyebar, bahwa arwah Zaskiah itu menampakkan diri di depan carry di gawaran dan membuat Bang Usni tak dapat mengendalikan stir lalu menabrak tronton. Info itu didapat dari Hardi supir tronton yang  melihat kelebat wanita berkebaya di depan carry dan di depan trontonnya. Keterangan itu dikaitkan warga dengan sosok hantu Zaskiah, di mana dari kebaya hitam dan sarung yang dikenakan, merupakan busana khas hantu Zaskiah yang selama ini nampak.

Hingga  kini pekuburan Talanggayau masih sangat ditakuti warga. Bila malam sudah tiba, tidak ada seorang pun yang berani melewati pemakaman yang kini jadi buah bibir itu. Walau sudah banyak  ulama, kiyai dan ustad  yang mendoakan agar arwahnya kembali ke alam barzah, namun hantu Zakiah terus-terusan muncul di hari-hari yang disebut di atas tadi. Hantu Zakiah masih berkeliaran, keluar dari alam pemakaman yang disebut oleh warga sebagai: Bangkit Dari Kubur.****

10
Nov
08

Misteri Siluman Lele Raksasa


Beberapa waktu lalu, akibat hujan deras yang terus-menerut turun selam beberapa hari, sungai Endau yang mengalir di pinggiran kota Kuala Lumpur meluap. Luapan air menghanyutkan banyak rumah penduduk yang dibangun di tepiannya. Penduduk sekitar terpaksa mengungsi karena khawatir banjir kian besar, mengingat hujan tak juga kunjung reda.

Dalam suasana panik, tiba-tiba beberapa orang di antara warga dikejutkan oleh munculnya seekor ikan lele raksasa. Pada awal diketahui keberadaannya, lele yang diperkirakan memiliki panjang 4 meter itu nampak sedang berjuang melawan arus.

Ketakutan penduduk tak terbendung lagi saat menyaksikan sang ikan tersebut tiba-tiba menyerang dua ekor anjing yang terjebak banjir, kemudian menelannya.

Melihat peristiwa yang tak lajim ini, polisi dan relawan pun segera dihubungi. Para penduduk berharap, ikan raksasa itu segera ditangkap, karena dikhawatirkan akan memangsa manusia.

Menurut para ahli, lebar kepala lele itu hampir mencapai 100 Cm. Sedangkan sirip tajam yang terdapat pada kedua sisi tubuhnya, menyimpan racun yang mampu membunuh manusia yang menyentuh atau tersentuh olehnya.

“Menangkap ikan tersebut tidaklah mudah, apalagi dengan kondisi banjir bandang seperti itu. Ribuan orang keluar dari rumah menembus banjir, dan itu sangat mengkhawatirkan,” ujar seorang pejabat Kuala Lumpur.

Untuk menangkap sang ikan, dikerahkan ratusan petugas dan relawan. Mereka secara beramai-ramai turun ke air sambil membawa jaring besar. Tak hanya itu, tim pemburu juga melibatkan sejumlah penyelam profesional yang dilengkapi sarana penangkapan lainnya yang paling mutakhir.

Namun usaha penangkapan ikan itu ternyata bukan hal mudah. Untungnya, berkat kegigihan mereka yang tak kenal menyerah, setelah seminggu mencari-cari di sungai Endau, akhirnya sang ikan berhasil ditangkap.

“Harapan kami, semoga ikan jenis ini hanya ada satu di sungai Endau,” kata seorang relawan.

Dua orang penduduk mengangkatnya dari tepian sungai. Tetapi anehnya, lele tersebut keesokan harinya lenyap entah kemana. Tak seorang pun yang mengetahuinya. Karena kejadian ini, hingga sekarang penduduk yang mendiami tepian sungai itu mengkhawatirkan munculnya kembali si ikan langka, kemudian memangsa mereka.

“ Kami yakin sekali. Ikan lele raksasa itu masih hidup dan kini berada di sarangnya di dasar sungai Endau,” ujar salah seorang warga setempat.

“Ketika ikan itu menelan anjing satu demi satu, banyak di antara kami yang menyaksikannya. Sungguh mengerikan! Rasanya tak sulit bagi ikan tersebut untuk menelan manusia dewasa. Jadi masyarakat di sini jelas tidak akan bisa tenang, bila belum berhasil menangkapnya,” timpal seorang warga lainnya.

Siluman lele raksasa, ternyata pernah pula muncul di Prancis Selatan. Kabarnya, ikan itu sedikit lebih panjang disbanding yang ditemukan di sungai Endau. Adapun lebar kepalanya, konon mencapai hampir 1,25 meter.

Lele raksasa Prancis yang ditemukan penduduk setahun lebih dulu dari yang ditemukan di Kuala Lumpur itu, juga telah membuat geger masyarakat setempat. Usaha penangkapan pun segera dilakukan.

Karena dinilai langka, maka setelah berhasil ditangkap dari sarangnya kemudian dibawa ke suatu tempat dan diawetkan. Lalu, apakah yang terjadi?

Sungguh sangat mengherankan! Tepat satu bulan setelah diawetkan, lele itu lenyap dari tempatnya. Polisi setempat sempat menduga, ikan tersebut ada yang mencuri untuk dijual ke luar negeri.

Tetapi dugaan ini tidak didukung oleh fakta-fakta yang kuat. Walhasil, kejadian itu hingga sekarang masih merupakan sebuah misteri yang belum terpecahkan.

10
Nov
08

Harta Gaib Musnah Mendadak


Masih ingat tentang kisah si Qorun? Ya, lelaki super kaya yang hidup pada masa Nabi Musa AS itu ditelan bumi berikut seluruh hartanya, akibat enggan membayar zakat. Kisah yang menimpa Qorun ini begitu terkenal bahkan hingga sekarang, karena diabadikan dalam kitab suci Al-Qurían.

Selain Qorun, masih banyak lagi orang yang mengalami nasib sial gara-gara enggan mengeluarkan zakat. Salah satunya adalah yang menimpa seorang lelaki bernama Jumhari, seorang warga Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Berikut kisah selengkapnya, semoga dapat kita ambil hikmahnya.

Pada suatu ketika, entah apa yang menjadi penyebabnya, usaha yang telah cukup lama dirintis Jumhari mengalamai kebangkrutan. Di saat sedang terkena musibah seperti ini, si isteri bukannya membantu malahan meminta diceraikan.

Karena tak sanggup menahan siksaan batin yang dirasakan begitu berat, Jumhari berniat pergi ke kabupaten Cirebon. Tujuannya hanya satu yakni berpuasa di makam Nyai Mas Gandasari, seorang wali Allah. Kuburan wanita wali yang terkenal ini terletak di desa Panguragan, kecamatan Arjawinangun, Cirebon.

Suatu hari, dengan tekad bulat dan bekal seadanya, ia berangkat untuk melaksanakan niatnya. Dan setibanya di tempat yang dituju, setelah memohon izin terlebih dahulu kepada kuncen, iapun berpuasa selama 47 hari.

Setelah tirakat yang dilaksanakannya selesai, Jumhari berniat untuk pulang kembali ke Cikarang. Tetapi apa boleh buat, bekal yang dibawanya dari rumah telah habis. Akhirnya ia meminta bantuan kepada anak sang juru kunci, agar sudi mengantarkannya sampai ke Arjawinangun saja.

Namun setibanya di Arjawinangun, lagi-lagi Jumhari pusing bukan kepalang. Pasalnya, ia tidak memiliki uang sepeser pun untuk ongkos bis menuju Cikarang. Dalam keadaan demikian, tiba-tiba sebuah bis Dedy Jaya berhenti tepat di depannyaa. Ternyata sopir bis tersebut tak lain adalah keponakkannya sendiri.

“Paman sedang apa? Kok ada di sini?” tanya si keponakan setelah turun dari bis dengan wajah dipenuhi rasa heran.

“Paman dari Panguragan, ada perlu. Tapi mau pulang kehabisan bekal,” jawab Jumhari.

“Ya sudah, kalau begitu paman ikut saja dengan saya,” ujar keponakkannya lagi seraya menggandeng lengan pamannya, menuju bis.

Karena pikiran Jumhari masih kacau-balau, ia merasa enggan untuk pulang kerumahnya di Cikarang. Kepada keponakkannya, ia meminta agar diturunkan di Jakarta saja.

Di Kota Metropolitan ini, kebetulan Jumhari mempunyai seorang teman yang membuka kedai kopi. Ke tempat sang teman inilah kemudian kakinya dilangkahkan. Hingga beberapa hari ia menumpang hidup di situ, sambil membantu temannya berjualan.

Setelah sepuluh hari kemudian, kira-kira jam sepuluh pagi, tiba-tiba Jumhari kedatangan seorang tamu. Tampaknya seorang kaya, sebab kendaraannya sedan mewah. Sementara tangannya menjinjing sebuah tas warna coklat.

“Mas, kamu sedang membutuhkan modal ya ?” tanya si tamu langsung kepada Jumhari.

Jumhari merasa sangat terkejut, namun ia segera menjawab, “Betul sekali, Pak. saya memang sedang membutuhkan sekali uang, untuk keperluan modal usaha”.

“Kalau begitu, terimalah ini sebagai modal usahamu. Kalau ada rasa sangsi di hatimu, ini alamat saya yang dapat dihubungi setiap saat,” ujar tamu itu sambil menyerahkan tas dan kartu nama kepada Jumhari.

Setelah itu tamu misterius itu berpamitan, meninggalkan Jumhari yang masih bengong karena belum yakin dengan apa yang baru saja dialaminya.

Sepeninggal si tamu, dengan perasaan ragu Jumhari membuka tas. Ternyata isinya berupa uang kertas, yang setelah dihitung dengan teliti berjumlah 50 juta rupiah. Menyaksikan hal tersebut Jumhari terbelalak. Sesaat kemudian ia sadar bahwa jumlah itu terlalu banyak. Maka sore harinya Jumhari berniat untuk mengembalikan sebagian uang yang telah diserahkan kepadanya.

Dengan berbekal selembar kertas yang berisi nama serta alamat lengkap si tamu, sore itu sekitar pukul empat, Jumhari berangkat seorang diri. Kebetulan alamat tamu misterius, yang sebut saja bernama pak Budiman, masih di Jakarta juga. Oleh karena itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama ia sudah menemukan alamat yang dimaksud.

“Assalamualaikum!” Jumhari mengucapkan salam setibanya di depan pintu rumah pak Budiman.

Terdengar suara jawaban dari dalam. Tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya muncul dari dalam. Dari penampilannya, Jumhari menduga bahwa wanita itu adalah isteri pak Budiman.

“Bu, apakah benar ini rumah Pak Budiman?” tanya Jumhari sambil menyodorkan kartu nama pemberian tamunya tadi pagi.

“Benar, ini memang rumah Pak Budiman. Tapi bapaknya sekarang masih di kantor, sebentar lagi juga pulang. Ayo, masuk saja dulu, ” jawab yang ternyata isteri pak Budiman itu dengan ramah.

Ketika sekitar satu jam kemudian yang ditunggu datang, Jumhari benar-benar terbelalak. Betapa tidak, orang itu bukanlah yang tadi menyerahkan tas berisi uang serta alamat rumahnya. Wajahnya pun sama sekali tidak ada kemiripan. Yang sama persis adalah mobil sedan dan plat nomor polisinya.

“Maaf Pak, saya mau bertanya. Apakah tadi pagi sekitar pukul sepuluh mobil Bapak dipakai orang lain?” tanya Jumhari hati-hati.

“Tidak, ” jawab pak Budiman singkat.

“Barangkali Bapak pernah menyuruh anak buah di kantor?” tanya Jumhari lagi penasaran.

“Tidak juga. Pokoknya dalam sehari ini kendaraan saya belum dipakai siapa pun selain saya”.

” Barangkali bapak lupa?”

“Sebenarnya ada apa sih, Mas?” pak Budiman balik bertanya penuh selidik.

Akhirnya Jumhari menceritakan pengalamannya. Tidak lupa diterangkan juga maksud kedatangannya. Mendengar itu sang tuan rumah kebingungan.

“Sebelum datang ke sini, apa sih yang telah Mas lakukan?” tanya pak Budiman kemudian.

“Saya telah melakukan puasa selama 47 hari, Pak?”

“Dimana?”

“Dimakam Nyai Mas Gandasari Panguragan Cirebon”.

Mendengar keterangan itu, pak Budiman yang nampaknya memahami dunia supranatural manggut-manggut, maklum. Lalu katanya,”Itu adalah rezeki Anda. Bawalah uang itu”.

Betapa gembiranya hati Jumhari mendengar keterangan pak Budiman itu. Dengan membawa uang yang cukup lumayan jumlahnya, ia pulang ke Cikarang kemudian membuka bisnis secara kecil-kecilan dalam bentuk jual beli bawang merah.

Lama-kelamaan modalnya semakin bertambah. Dan satu tahun kemudian ia sudah bisa menyewa tanah puluhan hektar di daerah Brebes, Jawa Tengah, untuk ditanami bawang dengan sistem bagi hasil.

Tetapi untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Manusia hanya bisa merencanakan, namun Tuhan jugalah yang menentukannya. Menjelang panen, puluhan hektar tanaman bawang milik Jumhari terendam banjir, sehingga semuanya menjadi busuk. Modal yang sudah terkumpul selama satu tahun, ludes dalam waktu relatif singkat.

Nah, menurut keterangan salah seorang kiyai, peristiwa tersebut terjadi akibat Jumhari tidak mengeluarkan zakat hartanya. Mestinya, sebelum uang yang lima puluh juta itu dipergunakan, terlebih dahulu zakatnya harus dikeluarkan. Kalau saja hal tersebut dilakukan, niscaya harta Jumhari membawa berkah, bukan sebaliknya.

Akhirnya penutur berharap, semoga kisah nyata yang dialami Jumhari ini dapat dipetik hikmahnya. Ya, semoga!

( Kisah nyata ini sebagaimana dituturkna oleh KH. Nurjaman beberapa waktu lalu ).

10
Nov
08

Heboh lukisan bung Karno

illustrasi

illustrasi

Di sisi selatan makam Ir. Sukarno di Blitar, Jawa Timur, ada sebuah museum yang lebih dikenal dengan nama Museum Bung Karno. Lokasi museum ini, tepat berhadap-hadapan dengan makam sang Proklamator.

Sebagai museum yang identik dengan Bung Karno, seluruh museum ini berisi barang-barang yang semua ada kaitannya dengan presiden RI pertama tersebut. Mulai dari uang kuno bergambar Bung Karno yang dapat kembali dengan sendiri ketika digulung, buku-buku milik Bung Karno, foto-foto kegiatan suami Fatmawati ini ketika masih menjadi presiden, serta sebuah bendera kuno yang terbuat dari kain penutup dada Fatmawati yang pernah di kibarkan pada tanggal 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok.

Salah satu koleksinya termasuk pula sebuah tas koper besar dari kulit yang selalu dibawa oleh Bung Karno ketika keluar masuk penjara, atau ketika ayah kandung Megawati ini belum menjadi presiden. Disamping itu masih banyak lagi barang-barang milik Bung Karno yang dipamerkan di dalam museum ini.

Selain benda-benda yang mempunyai nilai sejarah yang erat kaitannya dengan Bung Karno, di museum yang tak pernah sepi oleh pengunjung ini, juga terdapat sebuah lukisan besar dengan ukuran 150 cm x 175 cm yang bergambar Bung Karno. Keanehan pada lukisan ini, menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya adalah tampak hidup. Konon, siapapun yang melihat lukisan ini sambil memusatkan konsentrasi serta pandangan terarah penuh di bagian jantung Bung Karno pada lukisan ini, maka seketika tampak bergerak, seolah berdetak seperti layaknya orang yang sedang bernafas. Padahal, lukisan bergambar Bung Karno yang sedang menggunakan jas serta berkopiah ini, menurut salah satu penjaga museum bernama Tanwir, 36 tahun, tergolong lukisan baru.

Menurut keterangan Tanwir, gambar Bung Karno yang dilukis di atas kanvas ini, dilukis oleh IB Said pada tahun 2001 yang lalu. Seterusnya, setelah diserahkan kepada keluarga sang proklamator yang meninggal 21 Juni 1970 ini, disimpan di Istana Bogor. Namun tiga tahun setelah disimpan di Istana Bogor, lukisan bergambar lelaki gagah yang lahir 6 Juni 1901 ini, oleh pihak keluarga kemudian dibawa ke Blitar dan disimpan di museum Bung Karno.

Sejak disimpan di Museum Bung Karno, lukisan bergambar putra pasangan suami isteri R. Sukeni Sosrodiharjo dan Ny. Ida Ayu Nyoman Rai ini tampak hidup. Fonemena ini untuk pertama kalinya terjadi ketika perayaan Haul Bung Karno di tahun 2004 yang silam. Ketika itu, banyak pengunjung heboh karena menyaksikan lukisan seperti hidup.

Sejak saat itu, setiap kali ada pengunjung yang masuk museum ini, lukisan ini menjadi obyek yang kali pertama menjadi perhatian mereka. Lebih-lebih lagi, lukisan bergambar tokoh yang makamnya diapit oleh kedua orang tuanya ini, diletakkan tepat di depan setelah pintu masuk.

Lalu, fenomena apa sebenarnya yang terjadi pada lukisan ini?

Menurut penjaga museum Tanwir, sebagaimana cerita orang-orang linuwih yang pernah melakukan tirakat di depan lukisan ini, konon lukisan itu memang ada khodamnya. Menurut Tanwir, khodam lukisan adalah salah satu makhluk halus dari Gunung Kelud yang selalu mengawal Bung Karno ketika sang proklamator ini masih hidup.

Agaknya, setelah Bung Karno meninggal, sosok gaib ini tetap menjadi pengawal setia dan menetap di sekitar makam sang Proklamator. Karena itulah, mengapa lukisan ini baru menunjukkan fenomena setelah dipindah dari istana Bogor ke museum Bung Karno di Blitar.

“Yang jelas, menurut beberapa orang paranormal serta Kyai yang pernah mendeteksi lukisan ini, katanya memang ada sosok mantan pengawal Bung Karno yang sekarang menjadi khodam lukisan ini,” jelas Tanwir kepada Misteri.

Masih menurut pria yang asli Makasar ini, dulu sebelum lukisan ini berada di Museum Karno, sosok gaib khodam tersebut tinggal di sekitar makam sang proklamator. Namun tak jelas di sisi sebelah mana. Tapi yang jelas, berada di dalam komplek makam Bung Karno. Dan setelah lukisan itu berada di museum, mantan pengawal gaib Bung Karno dari Gunung Kelud ini, menghuni lukisan tersebut. Karena itula, menurut Tanwir, kemudian lukisan itu tampak hidup seperti orang yang sedang bernafas.

“Saya bukan supranaturalis, tapi keterangan seperti itu saya dapat dari para orang linuwih yang pernah datang ke sini. Termasuk orang linuwih dari luar Jawa. Dan rata-rata, hasil pendeteksian mereka sama,” papar Tanwir dengan nada serius.

Lalu, bagaimana sosok yang disebut-sebut berasal dari Gunung Kelud ini bisa menjadi pengawal Bung Karno ketika masih hidup dan kemudian tetap setia menunggui tuannya walau sudah wafat?

Sebagaimana cerita Tanwir yang didapat dari para spiritualis yang pernah melakukan pendeteksian dan mampu melakukan komunikasi dengan sosok gaib penghuni lukisan ini, bahwa sebagaimana telah banyak diketahui oleh publik, ketika masih hidup, Bung Karno merupakan orang yang suka melakukan meditasi atau ritual di tempat-tempat keramat. Salah satu tempat yang pernah digunakan Bung Karno untuk melakukan ritual adalah sebuah tempat keramat di Gunung Kelud yang menjadi perbatasan antara wilayah Kabupaten Blitar dan Kediri, yang kini hanya berjarak sekitar 20 km dari makamnya.

Pada saat melakukan ritual inilah, ada sosok makhluk halus yang berusaha menggoda Bung Karno. Namun sang proklamator yang kenyang makan asam garamnya penjara di zaman Belanda ini, tak terpengaruh oleh godaan makhluk halus yang berusaha menggagalkan meditasinya.

Karena digoda tak mempan, kemudian sosok makhluk yang dikenal dengan nama Jatoro Suro ini, berusaha menyerang Bung Karno. Karena diserang, tokoh yang selalu membawa tongkat komando ketika masih menjadi presiden ini kemudian melawannya.

Dalam pertempuran yang sebenarnya terjadi di alam gaib ini, Jatoro Suro berhasil dikalahkan oleh Bung Karno. Karena sudah takluk, kemudian sosok ini menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk mengabdi kepada Bung Karno.

Sejak saat itu, Jatoro Suro menjadi pengawal setia Bung Karno yang berasal dari makhluk halus. Bahkan mungkin satu-satunya pengawal dari alam gaib. Kesetiaan Jotoro Suro kepada Bung Karno, tak hanya sebatas ketika tokoh proklamator ini berada di pulau Jawa. Saat Bung Karno berada di pengasingan karena ditangkap oleh Belanda, sosok lelembut ini masih setia menjadi pengawal. Termasuk saat Bung Karno diasingkan ke Ende, Flores.

Tak hanya sampai di situ kesetiaan Jotoro Suro, setelah menjadi taklukkan Bung Karno. Pasalnya, saaat Bung Karno menjelang ajal, lelembut sakti dari Gunung Kelud ini masih setia mendampingnya. Bahkan hingga Bung Karno wafat. Karena kesetiaannya terhadap orang yang pernah menaklukkan dirinya, setelah Bung Karno wafat, Jatoro Suro kemudian memilih menetap di komplek makam Bung Karno.

Bahkan disebut-sebut, setelah Bung Karno wafat, sosok Jotoro Suro mampu merubah wujudnya menjadi Bung Karno. Karena itu, setelah lukisan yang benar-benar mirip Bung Karno itu dipindah dari istana Bogor ke museum Bung Karno di Blitar, kemudian Jotoro Suro memilih menjadi penghuni gaib lukisan tersebut.

“Kalau cerita yang saya dapat dari para spiritualis luar kota dan seorang Kyai dari Malang yang mampu berkomunikasi dengan sosok makhluk halus penghuni lukisan ini, cerita asal-usulnya ya seperti itu. Mengenai kebenarannya saya kurang tahu. Namun yang jelas, detak atau gerakan di lukisan ini, tanpa rekayasa. Ini asli fenomena gaib,” pungkas Tanwir mengakhiri ceritanya.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.