Archive for the 'Cerita Mistis' Category



24
Okt
08

Duel Melawan Babi Ngepet


Malam itu, Rabu 7 Februari 2007, Harto, 40 tahun, warga RT 03 RW 11, Desa Kandangan, Kec. Ngawi, Kab. Ngawi, sedang menunggui isterinya di Puskesmas Ngawi Purba. Memang, Puji Lestari, 35 tahun,  sedang sakit dan dirawat inap di Puskesmas tersebut.

Sementara Harto menemani isterinya di puskesmas, yang tinggal di rumah adalah putra mereka, Ditya, ditemani oleh saudaranya, Erna serta Ruly. Sekitar pukul 21.00 wib, datang Yadi yang bergabung untuk menemani ketiganya.

Menjelang pukul 22.00 wib, Erna dan Yadi naik ke lantai dua untuk mengobrol. Sementara Ditya dan Ruly, asyik di ruang keluarga menonton televisi.

Karena asyik ngobrol, Yadi dan Erna berada di lantai dua hingga pukul 00 lebih. Karena waktu sudah larut malam, mereka hendak turun untuk kembali menemani Ditya dan Ruly. Saat keduanya hendak turun, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh munculnya seekor babi yang seolah-olah turun dari langit. Hewan tersebut tampak terjun dari angkasa dan mendarat di jalan aspal yang berada di depan rumah Harto.

Seterusnya, babi tersebut berjalan mengendap-endap menuju rumah Harto. Melihat kejadian ini, Erna yang saat itu sedang pegang HP, langsung mengirim pesan singkat kepada Harto yang berada di Puskesma untuk memberitahukan kejadian yang dilihatnya.

Sementara Yadi, langsung mencari gagang sapu guna persiapan untuk menghalau babi tersebut sambil menunggu kedatangan Harto.

Selang tak berapa lama, setelah dikirimi pesan singkat, Harto sudah tiba dirumah dengan berjalan kaki. Maklumlah, jarak rumahnya dengan puskesmas hanya terpaut sekitar beberapa ratus meter saja.

Begitu mengetahui Harto datang, Yadi langsung turun sambil memegang sapu. Sementara Erna, langsung mencari lampu senter untuk berjaga-jaga jika babi itu lari ke kegelapan malam.

Setelah ketiganya berkumpul, mereka langsung mencari babi yang diyakini sebagai binatang jadi-jadian itu. Karena di depan rumah tidak ada, ketiganya langsung menuju arah samping rumah.

Saat itulah, babi itu tampak sedang berusaha masuk ke dalam rumah melalui jendela kamar Harto. Bahkan, menurut penuturan pria ini, saat lampu senter yang dipegang Erna diarahkan ke babi itu, kepala binatang jadi-jadian ini sudah masuk ke dalam jendela. Padahal, saat itu jendela dalam keadaan tertutup rapat serta dikunci dari dalam.

“Saya melihat dengan jelas, kepala babi ngepet itu sudah masuk ke dalam jendela. Jadi kepalanya bisa menembus jendela yang terbuat dari kayu jati. Kalau itu babi biasa, tidak masuk akal!” Tutur Harto dengan mimik serius.

Melihat kejadian ini, dengan spontan Harto serta Yadi langsung menyerang so babi dengan cangkul serta gagang sapu. Anehnya, menurut Harto, begitu diserang, babi ngepet ini tidak langsung melarikan diri. Dia ustru melawan. Padahal, babi itu besarnya tak lebih dari seekor anjing.

Lebih aneh lagi, walau dikeroyok dua orang dengan menggunakan cangkul dan gagang sapu, si babi belum tampak menyerah atau melarikan diri. Karena itu, Yadi dan Erna langsung berteriak meminta bantuan tetangga. Tapi karena waktu sudah larut malam, baru sekitar 15 menit kemudian warga berkumpul. Sementara dalam tenggang waktu itu, Yadi dan Hartoi terus bertarung melawan babi ngepet.

Baru setelah warga berdatangan, babi tersebut melarikan diri. Namun anehnya, menurut Harto serta Yadi, saat melarikan diri, babi ngepet itu bukannya lari di atas tanah, tapi binatang jadi-jadian itu tampak berjalan cepat di dinding rumah untuk menghindari tangkapan warga.

Setelah terkepung warga, tak lama berselang, babi itu langsung terjun ke tanah. Pada saat menyentuh tanah inilah binatang ini langsung lenyap bak ditelan bumi.

“Saya yakin seyakin-yakinnya, itu adalah babi ngepet. Bayangkan, mana ada babi yang bisa berjalan di dinding rumah seperti cicak. Dan lebih aneh lagi, begitu kakinya menyentuh tanah, dia langsung hilang bak ditelan bumi!” Papar Harto yang diamini oleh Erna.

Lebih-lebih , imbuh Harto, rumahnya jauh dari hutan dan masuk wilayah kota. Selain itu di sekitar desanya,  tak ada seorangpun yang memilihara babi. Maklum, mayoritas penduduk setempat beragama Islam.

Seandainya saat babi ngepet ini muncul tidak dipergoki oleh Yadi dan Erna, lebih-lebih jika Harto tidak segera datang, hampir dapat dipastikan uang ebesar 15 juta plus beberapa perhiasan emas akan raib. Pasalnya, saat itu Harto memang menyimpan uang tunai sebesar 15 juta rupah di dalam lemari sebagai persiapan biaya pengobatan isterinya. Padahal, uang tersebut, siang harinya baru diambil dari Bank.

Dan yang lebih mengherankan Harto, saat dirinya mengambil uang, tak seorangpun tetangganya yang tahu. Termasuk isteri dan puterinya. “Seandainya tidak dipergoki oleh keponakan saya serta Yadi dan saya tidak datang, pasti uang saya sebesar 15 juta plus perhiasan isteri saya sudah raib disikat babi ngepet itu. Heran saya, kok tahu-tahunya pelaku pesugihan babi ngepet itu kalau saya baru ambil uang,” tutur pria yang masih tampak trauma setelah bertarung melawan babi ngepet.

Masih menurut penuturan Harto, esok harinya setelah kejadian, uang miliknya langsung disimpan kembali di Bank. Kecuali beberapa ratus ribu yang disimpan di dalam dompet sebagai persiapan untuk membeli obat isterinya. Begitu juga dengan beberapa puluh gram perhiasan milik isterinya. Logam mulia ini juga disimpan di jasa penyimpanan barang berharga di Perum Pegadaian setempat.

Rupanya, walau baru sekali dipergoki, sebenarnya babi ngepet itu sudah sering melakukan aksinya di wilayah tersebut. Khususnya di Desa Kandangan. Seperti dituturkan oleh Sekretaris Desa Kandangan Saelan, 50 tahun, kepada Misteri. Menurutnya, akhir-akhir ini, di wilayah desanya memang sering ada warga yang mengaku kehilangan uang. Padahal seperti halnya Harto, mayoritas warga menyimpan uang tunai di dalam lemari.

Selain itu, banyak para pedagang di Pasar Kandangan yang juga mengaku sering kehilangan uang. Namun, karena tidak tahu siapa yang mencuri, mereka hanya diam saja.

Baru setelah ada babi ngepet yang nyaris membobol rumah Harto, satu persatu para penduduk yang pernah kehilangan uang ini langsung bercerita kepada para tetangga, termasuk kepada sekretaris desa mereka.

“Ya, sejak kejadian di rumah Harto itu, banyak warga yang bercerita kepada saya, jika mereka sering kehilangan uang. Namun tidak sampai jutaan. Karena itu, warga yakin jika uang mereka yang hilang, dicuri oleh babi ngepet yang nyaris menggendol uang Harto itu,” Papar Saelan.

Masih menurut pria yang juga kakak kandung Harto ini, hingga saat ini, tak seorang pun warga desa setempat yang dicurigai sebagai pelaku pesugihan babi ngepet.  Karena menurut Saelan, kehidupan perekonomian warganya, semua biasa-biasa saja.

“Saya yakin, pelaku pesugihan babi ngepet itu, bukan warga saya. Karena saya tahu persis perekonomian mereka. Entah kalau warga luar desa ini,” tandas sekdes.

Ritual pesugihan babi ngepet yang selama ini hanya dianggap sebagai fenomena oleh kalangan yang tidak percaya dengan hal-hal yang berbau klenik, ternyata memang benar-benar ada. Setidaknya, kejadian di rumah Harto beberapa waktu yang lalu, bisa dijadikan bukti tentang adanya ritual pesugihan babi ngepet ini.  Namun selama ini, jarang ada yang mengetahui dimana pesugihan jenis itu didapatkan. Kecuali, kalangan tertentu yang telah melakukannya.

Lalu, bagaimana sebenarnya ritual babi ngepet ini agar dari manusia yang juga pelaku bisa berubah wujud menjadi seekor babi dan bisa beroperasi mencuri uang?

Menurut penuturan salah seorang paranormal asal Madiun, Jawa Timur Ki Susanto, 38 tahun, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh pelaku pesugihan babi ngepet agar bisa berubah wujud menjadi babi dan melakukan aksinya.

Pertama, pelaku harus datang ke tempat tertentu yang dijadikan sebagai sumber asal pesugihan babi ngepet. Setelah melakukan prosesi ritual di tempat dimaksud, dengan begitu secara otomatis pelaku sudah mempunyai ilmu pesugihan babi ngepet.

Setelah pelaku memiliki ilmu pesugihan babi ngepet, jika hendak melakukan aksinya, pelaku harus menyediakan kembang setaman di dalam kamar khusus. Tak hanya itu, di dalam kamar khusus ini, pelaku juga harus menyediakan lampu minyak.

Jika semua syarat sudah dipenuhi, pelaku bisa langsung membaca mantera khusus agar bisa berubah wujud menjadi seekor babi. Selama membaca mantera, pelaku harus didampingi oleh isteri.

Baru setelah berubah wujud menjadi seekor babi, sang isteri harus menjaga lampu minyak yang telah dinyalakan. Selama lampu minyak itu nyala, apinya tidak bergoyang seperti tertiup angin, dapat dipastikan pelaku bisa beroperasi dengan aman.

Namun, jika nyala api lampu minyak ini bergoyang, berarti pelaku dalam bahaya. Jika terjadi seperti ini, maka isteri yang menjaga lampu minyak harus segera meniupnya.

Pada saat lampu ditiup inilah, pelaku akan bisa menghilang jika kepergok atau dikejar oleh warga. Namun jika sampai terlambat atau lampu mati sebelum ditiup, berarti pelaku sudah berubah wujud menjadi manusia biasa sebelum sempat menghilang dari pandangan warga yang memergoki. Jika ini sampai terjadi, niscaya malu besar yang bakal didapat. Belum lagi resiko digebuki oleh warga.

“Jadi, pelaku pesugihan babi ngepet itu tidak dapat dimiliki oleh seseorang yang hidup membujang. Karena lampu minyak sebagai sinyal aman tidaknya, harus isteri atau suami yang menjaganya. Tinggal siapa yang menjadi babi,”  papar Ki Susanto.

Masih menurut Ki Susanto, jika terjadi perlawanan saat kepergok warga seperti yang terjadi di desa Kandangan, itu artinya orang yang bertugas menjaga lampu minyak sebagai tanda sinyal aman tidaknya, teledor atau ketiduran. Karena itu, pelaku berusaha mempertahankan diri sambil menunggu lampu ditiup oleh penjaganya.

Setiap ilmu hitam apapun, menurut Ki Susanto, ada penangkalnya. Termasuk penangkal pesugihan babi ngepet atau sejenisnya. Caranya, jika ada salah satu warga yang dicurigai mempunyai ilmu pesugihan, termasuk ilmu pesugihan babi ngepet, warga yang merasa takut uang atau barang berharga lainnya dicuri, cukup memasang beberapa sesaji yang mudah didapat. Yakni berupa beras kuning tujuh butir, janur satu helai, serta ketan hitam tujuh butir. Sesaji ini, sebagaimana disampaikan oleh Ki Susanto, seterusnya dibawa keliling rumah sebayak tujuh kali sambil membaca rajah atau ajian Cakra Walik. Manteranya: Nga-Tha-Ba-Ga-Ma, Nya-Ya-Ja-Dha-Pa, La-Wa-Sa-Ta-Da, Ka-Ra-Ca-Na-Ha.

Selanjutnya, sebagai ritual penangkal terakhir, sesaji tiga macam itu langsung ditanam di depan rumah.

“Sebenarnya, ritual penangkap pesugihan itu gampang. Syaratnya ya, seperti yang saya sebutkan tadi. Cuma selama ini, kan jarang orang yang tahu,” tandas Ki Susanto.

02
Agu
08

Aroma Mistik di Rumah Ryan

Jakarta – Setelah mayat korban pembunuhan Ryan ditemukan, bumbu mistik mulai terasa di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur. Kini, sejumlah warga mengaku dihantui makhluk halus.

Paining (35) misalnya. Tetangga sebelah rumah Ryan ini mengaku melihat hantu yang berpakaian putih. Sosok itu terlihat saat dirinya sedang hendak tidur.

“Sekitar pukul 12 malam kejadiannya. Bayangan itu ada banyak, di atas, dekat lampu,” katanya kepada detiksurabaya.com seraya menunjuk ke atap kamarnya yang tak berplafon, Jumat (1/8/2008) malam.

Agus mengaku dirinya dalam keadaan sadar benar malam itu dan tidak sedang bermimpi ketika mengalami hal tersebut. Sebelum akhirnya muncul bayangan itu, seluruh bulu kuduknya berdiri.

“Saya sampai tidak bisa bergerak. Entah kenapa, saya juga tidak tahu,” tambahnya.

Seperti apa wajah sosok itu? Dia tidak tahu pasti karena yang dilihat waktu itu adalah bayangan putih. “Putih mas, saya tidak melihat wajahnya. Kejadian itu tidak sampai satu menit,” ungkapnya.

Kejadian serupa juga dialami oleh Suporo (40). Pria yang telah memiliki tiga anak itu mengaku tiga bulan lalu pernah mendengar suara sejumlah orang yang sedang mengobrol di halaman belakang rumah Ryan yang jadi areal mengubur korbannya.

“Saya naik sepeda hendak mencari kodok, saat melintas di halaman belakang itu saya mendengar beberapa orang sedang berbincang-bincang padahal tidak ada orang,” akunya.

Pada saat yang bersamaan bulu kuduknya berdiri dan merasakan ada dunia lain. Namun saat itu dirinya tidak menyangka bahwa di tempat itu dijadikan kuburan masal oleh Ryan.

“Eh gak tahunya sekarang terbongkar. Pantes saja waktu itu saya merasakan hal tersebut,” ucapnya.

Kini Suporo juga terlibat dalam penggalian. Tetapi perasaan takut itu tidak menghantui lagi.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.